niat yang baik dan melakukan perbuatan baik.
Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri
sendiri.
Kesuksesan adalah pengoptimalan suatu kelebihan,
kegagalan adalah akumulasi dari segala kekurangan.
Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap
orang memiliki kemungkinan yang tak terhingga.
Ilmu pengetahuan harus dipahami dengan
sungguh-sungguh, baru bisa menjadi kebijaksanaan dalam
diri sendiri.
Kasih sayang tidak dapat dengan memohon pada orang
lain, melainkan diperoleh dari sumbangsih yang
diberikan.
Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, melainkan
diri kita sendiri.
Hendaknya bersaing untuk menjadi siapa yang lebih
dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.
Menyia-nyiakan waktu setiap hari adalah pemborosan
hidup, bekerja penuh semangat dan menjadi orang yang
berguna adalah membangun kehidupan kita sendiri.
Orang yang selalu mencari-cari alasan bagi
kegagalannya, tidak akan memperoleh kemajuan untuk
selamanya.
Rumput tidak akan mudah tumbuh dilahan yang
ditanami sayur-sayuran. Hati tidak mudah timbul
kebencian bila dipenuhi rasa persahabatan.
Berapa banyak kewajiban yang telah anda penuhi,
sebanyak itu pula kemampuan yang akan diperoleh.
Kegembiraan seseorang tidak didasarkan dari berapa
banyak yang dimilikinya, namun karena sedikit sekali
berhitungan dengan orang lain.
Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu
apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari
kesalahan.
Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah
bisa bangkit kembali dari kegagalan.
Ucapan yang baik, bagai bunga teratai yang keluar
dari mulut; Ucapan yang buruk, seperti bisa ular yang
disemburkan dari mulut.
Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam
kehidupan: berbakti pada orang tua dan melakukan
kebajikan.
Moralitas adalah sebuah pelita dalam peningkatan
kepribadian, tidak seharusnya merupakan cambuk
penghukum bagi orang lain.
Menghargai dan merasa senang atas keberhasilan
orang lain berarti meningkatkan harkat diri sendiri.
Selalu berbaik hati selalu memperoleh hari-hari
yang baik.
Memberi maaf dan berbicara dengan ramah meskipun
kita berada dipihak yang benar.
Menerima kebajikan sekecil apapun harus dibalas
sebesar-besarnya.
Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas
budi orang tua.
Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai,
kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan
meremehkan hati nurani sendiri, jangan pernah berpikir
untuk tidak melakukannya walau perbuatan itu sangat
kecil.
Sedikit berbicara lebih baik daripada banyak
bebicara, akan lebih baik lagi jika hanya membicarakan
hal yang baik-baik saja.
Orang yang bijaksana baru mampu membedakan yang
baik dan yang buruk, yang benar dan yang sesat; Orang
yang rendah hati baru bisa membangun kehidupan yang
indah sempurna.
Di dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam
kondisi yang baik-baik saja, namun bagi yang pernah
mengalami cobaan dan berhasil mengatasinya, akan
sangat mudah menghadapi kondisi yang sesulit apapun.
Permasalah sukar dan sulit diputuskan dalam hidup
adalah suatu cobaan.
Kasih sayang yang sesungguhnya adalah menjaga
kondisi hati kita dengan sebaik-baiknya.
Mampu bertoleransi dan lebih mengasihi orang lain,
kita akan hidup dengan sangat gembira.
Mampu menyumbangkan cinta kasih adalah suatu
keberkahan. Mampu menghapus kerisauan adalah sifat
yang bijaksana.
Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran
dan pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.
Memperbaiki prilaku sendiri adalah untuk menolong
diri sendiri, mampu mempengaruhi orang untuk berbuat
baik adalah untuk menolong orang.
Yang mencelakai diri sendiri tidak lain adalah
kemarahan yang tidak pada tempatnya.
Orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan
baik, pasti bisa menguasai arah tujuan yang ingin
dicapai.
Lakukanlah menurut kemampuan yang ada, jangan
berniat untuk menunda, ada kemungkinan anda tidak
mendapatkan apa apa.
Yang terindah di langit adalah bintang-bintang
bergemerlapan, sedangkan yang terindah dalam hidup
adalah kehangatan kasih sayang.
Orang yang berbudi sifatnya bagaikan air yang
dapat menyesuaikan diri dalam berbagai bejana, hidup
dalam kondisi bebas leluasa.
Padi yang berisi akan semakin merunduk; Seseorang
yang sukses semakin rendah hati.
Berhenti di tengah perjalanan akan lebih sulit dan
terasa lebih melelahkan daripada terus berjalan hingga
sampai ke tujuan.
Di kala memiliki, harus selalu mengenang
penderitaan di saat tak punya; dalam cuaca baik harus
mempersiapkan persediaan di musim hujan.
Alam semesta ada batasnya, kekuatan tekad kita ak
terhingga. Mudah mengikrarkan sebuah tekad, tapi sulit
melaksanakannya.
Perbuatan baik hendaknya bisa dioptimalkan,
permasalahan harus ditinggalkan. Mensukseskan orang
lain berarti mensukseskan diri sendiri.
Lebih baik bekerja keras dan benar-benar
melakukannya daripada berkemampuan tapi tidak
melakukannya sama sekali.
Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat
mencintai semua orang di dunia.
Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya
berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.
Jangan merasa khawatir pada banyaknya masalah,
yang dikhawatirkan adalah masalah yang dicari-cari.
Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadian
harus lemah lembut, dan hati harus cermat.
Berikrar dalam hati dan tidak pernah menyatakan
dalam tindakan, sama halnya seperti bertani tanpa
menebar bibit, hanya menyia-nyiakan sebuah jalinan
jodoh.
Orang berbudi berketetapan hati menggapai
cita-citanya, orang yang picik hanya memiliki
cita-cita dan tidak pernah berusaha.
1-KUAT AGAMANYA.
Biar sibuk macam mana sekalipun, solat fardu tetap terpelihara. Utamakanlah pemuda yg kuat pengamalan agamanya. Lihat saja Rasulullah menerima pinangan Saidina Ali buat puterinya Fatimah. Lantaran ketaqwaannya yang tinggi biarpun dia pemuda paling miskin.
2-BAIK AKHLAKNYA.
Ketegasannya nyata tapi dia lembut dan bertolak-unsur hakikatnya. Sopan tutur kata gambaran peribadi dan hati yang mulia. Rasa hormatnya pada keluarga begitu ketara.
3-TEGAS MEMPERTAHANKAN MARUAH.
Pernahkah dia menjengah ke tempat2 yang menjatuhkan kredibiliti dan maruahnya sebagai seorang Islam seperti ‘rumah urut’, disko, pub dan bar?
4-AMANAH
Jika dia pernah mengabaikan tugas yang diberi dengan sengaja ditambah pula salah guna kuasa, lupakan saja si dia.
5-TIDAK BOROS
Dia bukanlah kedekut tapi tahu membelanjakan uwang dengan bijaksana. Setiap nikmat yang ada dikonsi bersama mereka yang berhak.
Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak.
Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya.
Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.
Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan
isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri
ketiganya
ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini
akan lari dengan lelaki yang lain.
Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya.
Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian.
Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan
isterinya yang kedua ini. dialah tempat bergantung.
Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.
Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat
setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang
merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami.
Akan tetapi si pedagang tidak begitu mencintainya.
Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu
mempedulikannya.
Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup
tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya,
dan berkata dalam hati, "Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."
Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada
isteri keempatnya, "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan
perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?"
Isteri keempatnya terdiam. "Tentu saja tidak!" jawab isterinya yang keempat,
dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati
seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.
Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya,
"Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?". Isteri ketiganya
menjawab,
"Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati".
Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.
Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?" Si isteri kedua menjawab perlahan, "Maafkan aku...aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu."
Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus
asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan
ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia
bersamamu." Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati
isteri pertamanya yang berkata begitu.
Isteri pertamanya tampak begitu kurus.
Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang
Lalu berkata, "Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku
mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku."
Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini;
ISTERI KEEMPAT adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja
Yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya
akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan
dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.
ISTERI KETIGA adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal,
semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang
pernah memilikinya.
ISTERI KEDUA pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat
hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya.
Hanya sampai kuburla mereka akan menemani kita.
DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan
dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi.Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan
amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah.
Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan
sampai kita menyesal kemudian hari!...
Di samping dua mata yang Allah SWT berikan kepada manusia, saya terfikir akan ‘dua mata’ lagi yang manusia hakikatnya perlu wujudkan dalam diri mereka.
Satu mata yang melihat masa belakang. Satu mata lagi melihat masa hadapan.
Mata melihat masa belakang: Muhasabah
Kelemahan manusia antaranya adalah membuat kesilapan yang sama berulang-ulang. Dengan mengulangi kesilapan yang sama, peningkatan manusia dalam hidupnya akan terganggu. Manusia yang baik, adalah manusia yang tidak mengulangi kesilapannya.
Sebab itu Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya bermaksud:
“Seorang mu’min itu tidak akan disengat kala pada lubang yang sama sebanyak dua kali”
Di sini perlunya kita, sebagai seorang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjalani kehidupan dengan baik, hidup dalam ketaatan, sekaligus menggapai redha-Nya, perlu mempunyai Mata Melihat Masa Belakang.
Dengan mata ini, kita bermuhasabah dan merenung salah silap kita. Ramai manusia mengingati kelebihannya, kebaikannya, kegemilangannya. Namun amat sedikit yang mengingati kekurangannya, kejahatannya, kerendahannya.
Saya ada mendengar orang berkata: “Benda-benda tak baik usah diingat” atau “Waktu yang telah berlalu usah dilihat kembali”
Pada saya, pandangan ini silap. Benda-benda tak baik yang dilakukan orang, betul kita tak perlu ingat. Tetapi benda-benda tak baik yang kita lakukan, perlu sentiasa kita ingati dan jadikannya sebagai bahan muhasabah, agar ia tidak berulang lagi. Bukan sekadar tidak berulang pada diri kita, tetapi juga tidak berulang pada diri anak-anak dan manusia sekeliling kita.
Namun siapakah yang melihat masa belakangnya, dan mengoreksi kesilapannya?
Mata melihat masa hadapan: Merancang
Satu lagi kelemahan manusia adalah – tidak mempunyai perancangan. Hidupnya tidak dirancang, pengurusan dirinya tidak dirancang, keluarganya tidak dirancang, pekerjaannya tidak dirancang, tarbiyah anak-anaknya tidak dirancang, studinya tidak dirancang dan begitulah dalam kebanyakan sisi kehidupannya.
Saya paling panas bila ada orang cakap begini:
“Ala, rancang-rancang pun, kalau tak dapat yang dirancang buat apa”
Pada saya, manusia yang berkata begini adalah manusia yang menghancurkan diri mereka dan menghancurkan pula orang lain.
Apakah perbezaan manusia yang merancang dengan yang tidak merancang? Manusia yang merancang akan bersedia. Persediaan adalah pakej perancangan. Jangan samakan merancang dengan harapan, atau sembang kemas, atau cakap omong kosong. Merancang bermakna punya plan, punya strategi.
Apabila kita telah bersedia, dan tidak mendapat apa yang kita rancang, sekurang-kurangnya persediaan kita tadi punya makna pada medan lain. Contoh mudah saya berikan adalah: Kita rancang hendak berkahwin dengan si fulanah binti fulan, maka kita mula mengumpul wang. Sampai pada masanya, si fulanah tidak mahu berkahwin dengan kita. Apa yang kita rancang tidak berjaya. Tetapi duit tadi masih ada. Dan duit itu boleh jadi bermakna di medan lain pula. Kegagalan satu perancangan, bukan penamat pada kehidupan.
Begitulah juga dalam menjadi hamba Allah SWT. Apakah perancangan kita? Di mana strategi kita hendak menggapai redha-Nya? Apakah jalan yang kita hendak ambil? Pernahkah anda merancang?
Allah SWT juga menggalakkan perancangan:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah setiap kalian memerhatikan apa yang telah dia sediakan untuk hari esok…” Surah Al-Hasyr ayat 18.
Ya, apakah yang telah kalian sediakan untuk hari esok?
Penutup: Kalau kamu tidak sedar, maka kamu adalah orang yang merugi
Muhasabah dan perancangan adalah amat penting. Saya mulakan dengan muhasabah, kerana saya melihat tidak guna merancang sesuatu yang akan mengulangi kesilapan yang sama pada masa yang lalu.
Bersama manusia ada masa. Masa ini tidak akan dapat dikembalikan. Maka bagi yang tidak bermuhasabah dan asyik mengulangi kesilapannya yang sama, maka dia telah kehilangan masa-masanya yang berharga. Bagi yang tidak merancang dan kehidupannya terabur, tunggang langgang, dia juga telah kehilangan masa-masanya yang berharga.
Inilah dia kerugian. Sebab itu Allah SWT berfirman:
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian” Surah Al-‘Asr ayat 1-2.
Dan lebih merugikan, apabila kita tidak bermuhasabah, kita mengulangi kesilapan kkita yang sama, dan mewariskan pula kesilapan itu pada anak-anak kita, pada keturunan kita, pada sahabat-sahabat kita dan manusia di sekeliling kita. Lebih merugikan, kerana kita tidak merancang, keluarga kita rosak, studi kita terbengkalai, dan diri kita terhumban ke dalam kerosakan.
Inilah kerugian yang nyata.
“Katakanlah: Sesungguhnya orang yang rugi itu adalah mereka yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka di akhirat” Surah Az-Zumar ayat 15.
Bukankah dunia ini ladang akhirat? Di sini kita menanam, di sana kita menuai?
Maka rugi di sini, maka di akhirat sana juga menanti hasilan kerugiannya.
Bagaimana?
Hendak mewujudkan dua mata ini dalam kehidupan?
Atau memilih untuk tidak melakukan apa-apa peningkatan?
Semuanya di tangan anda.
Tiada paksaan.
Namun telah jelas mana yang akan mencapaai kegemilangan, atau yang mana akan mengucup kehancuran.
Perbuatan itu termasuk apabila menyebut atau menceritakan keburukan biarpun tanpa menyebut nama pelakunya tetapi diketahui orang yang mendengarnya. Rasulullah menjelaskan mengenai mengumpat dalam sabdanya, bermaksud,
“Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya” (Hadis Muslim).
Memandangkan betapa buruk dan hinanya mengumpat, ia disamakan seperti memakan bangkai saudara seagama. Manusia waras tidak sanggup memakan daging manusia, inikan pula daging saudara sendiri.
Dosa mengumpat bukan saja besar, malah antara dosa yang tidak akan diampunkan Allah biarpun pelakunya benar-benar bertaubat. Ia hanya layak diampunkan oleh orang yang diumpat. Selagi orang yang diumpat tidak mengampunkan, maka dosa itu akan kekal dan menerima pembalasan di akhirat. Disebabkan mengumpat terlalu biasa dilakukan, maka ia tidak dirasakan lagi sebagai satu perbuatan dosa.
Sabda Rasulullah,
“Wahai orang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum Muslim, dan janganlah kamu mengintip-intip keaiban. Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaiban, dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri” (Hadis Abu Daud).
Orang yang mengumpat akan mendapat kerugian besar di akhirat. Pada rekod amalan mereka, akan dicatatkan sebagai perbuatan menghapuskan pahala.
Sabda Rasulullah bermaksud,
“Perbuatan mengumpat itu samalah seperti api memakan ranting kayu kering”. Pahala yang dikumpulkan sebelum itu akan musnah atau dihapuskan seperti mudahnya api memakan kayu kering sehingga tidak tinggal apa-apa lagi. Diriwayatkan Abu Ummah al-Bahili, di akhirat seorang terkejut besar apabila melihat catatan amalan kebaikan yang tidak pernah dilakukannya di dunia.
Maka, dia berkata kepada Allah, “Wahai Tuhanku, dari manakah datangnya kebaikan yang banyak ini, sedangkan aku tidak pernah melakukannya”. Maka Allah menjawab, “Semua itu kebaikan (pahala) orang yang mengumpat engkau tanpa engkau ketahui”.
Sebaliknya, jika pahala orang yang mengumpat tidak ada lagi untuk diberikan kepada orang diumpat, maka dosa orang yang diumpat akan dipindahkan kepada orang yang mengumpat. Inilah dikatakan orang muflis di akhirat nanti.
Memandangkan buruknya sifat mengumpat, kita wajib berusaha mengelakkan diri daripada melakukannya.
Oleh itu, banyakkan zikir supaya dapat menghindarkan diri daripada mengumpat. Islam menganjurkan beberapa kaedah untuk menghindarkan diri kita daripada terjerumus ke dalam budaya hidup suka mengumpat ini.
Antaranya ialah:
* Jika kita mengingati bahawa apabila kita mengumpat, kita akan diumpat balik, sudah tentu kita tidak akan mengumpat. Elakkan berbuat jahat kepada orang yang tidak berbuat jahat kepada kita.
* Manusia perlu memenuhi keperluan intelek seperti mencari ilmu, berfikir, memerhati, menanggapi dan membuat spekulasi. Maka, orang yang melakukan sebaliknya bererti tidak memenuhi keperluan intelek. Tidakkah bererti apabila kita mengumpat bermakna jiwa kita jahat? Luar nampak cantik, tetapi di dalam sudah busuk dan berulat.
* Ingat dosa. Larangan Islam terhadap perbuatan mengumpat sudah cukup untuk memotivasikan diri setiap individu. Tidak ada manusia normal sanggup memakan bangkai seseorang.
Imam al-Ghazali ada menyatakan enam perkara mendorong seseorang itu mengumpat:
* Suka mendengar dan mengikuti perbualan orang yang menyerang peribadi dan kehormatan seseorang;
* Mahu bersaing dan menonjolkan diri dengan menganggap orang lain bodoh dan rendah;
* Disebabkan dengki, dia iri hati dengan orang lain yang lebih beruntung dan berjaya, seperti dinaikkan gaji dan pangkat;
* Bergurau dan suka berlawak untuk mencela dan mengatakan kelemahan dan kecacatan hingga mengaibkan orang lain; dan
* Sikap suka mengejek dan mencela disebabkan rasa bongkak dan sombong kerana memandang rendah orang lain.
Suatu hari, Plato bertanya pada
gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana
saya menemukannya? Gurunya
menjawab, “Ada ladang gandum yang luas
didepan sana. Berjalanlah kamu dan
tanpa boleh mundur kembali, kemudian
ambillah satu saja ranting. Jika kamu
menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta” .
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak
membawa satupun ranting?” Plato
menjawab, “Aku hanya boleh membawa
satu saja,dan saat berjalan tidak
boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang
paling menakjubkan, tapi aku tak tahu
apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
di depan sana, jadi tak kuambil
ranting tersebut. Saat kumelanjutkan
berjalan lebih jauh lagi, baru
kusadari bahwa ranting-ranting yang
kutemukan kemudian tak sebagus ranting
yang tadi, jadi tak kuambil
sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya
itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi
pada gurunya,”Apa itu perkawinan?
Bagaiman a saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang
subur didepan sana. Berjalanlah tanpa
boleh mundur kembali (menoleh) dan
kamu hanya boleh menebang satu pohon
saja. Dan tebanglah jika kamu
menemukan pohon yang paling tinggi,
karena artinya kamu telah menemukan
apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan membawa
pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon
yang segar/subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa
saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu
memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah
menjelajah hampir setengah hutan,
ternyata aku kembali dengan tangan
kosong. Jadi dikesempatan ini, aku
lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah
buruk-buruk amat, jadi kuputuskan
untuk menebangnya dan membawanya
kesini. Aku tidak mau menghilangkan
kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya
itulah perkawinan”
NOTE
Cinta itu semakin dicari, maka semakin
tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam
lubuk hati, ketika dapat menahan
keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang
berlebih akan cinta, maka yang didapat
adalah kehampaan… tiada sesuatupun
yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali. Waktu dan masa
tidak dapat diputar mundur. Terimalah
cinta apa adanya.
Pernikahan adalah kelanjutan dari
Cinta. Adalah proses mendapatkan
kesempatan, ketika kita mencari yang
terbaik diantara pilihan yang ada,
maka akan mengurangi kesempatan untuk
mendapatkannya, Ketika kesempurnaan
ingin kita dapatkan, maka sia2lah
waktumu dalam mendapatkan pernikahan
itu, karena, sebenarnya kesempurnaan
itu hampa adanya.
Rasa Cinta Tidak Salah Lalu hati remaja selalu berkata, apakah salahnya kami bercinta? Ya, rasa cinta memang tak salah. Ia adalah fitrah semulajadi yang Allah kurniakan kepada setiap manusia. Ingin cinta dan dicintai. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti jasadnya perlukan makanan. Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka tentulah tidak salah merasainya. Namun Allah tidak kurniakan rasa cinta secara polos begitu sahaja. Dia juga mencipta peraturan cinta demi menjaga kemurniannya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar. Rasa cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalinkan hubungan cinta. Di sinilah remaja selalu terjebak. Cinta terlarang adalah cinta yang menafikan peraturan Allah. Ketika itu fitrah telah menjadi fitnah. Bila kehendak semulajadi tidak disalurkan atau diisi mengikut peraturan maka akan berlakulah kekalutan dan kemusnahan.
Mengapa perlu ada peraturan cinta? Jawabnya, kerana Allah mencintai manusia. Allah inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia melaksanakan keinginan fitrah semulajadinya. Keinginan tanpa tanpa peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan cinta yang rlarang, akan membawa banyak implikasi negatif dalam kehidupan. Pengalaman sudah pun mengajar kita jangan sekali – kali bermain cinta, nanti terbakar diri. Sudah banyak tragedi yang berlaku akibat hubungan cinta yang membelakangkan Allah. Cinta yang terlarang adalah cinta yang sudah dicemari oleh kehendak nafsu dan kepentingan diri. Keindahan cinta yang sudah tercemar ini tidak tahan lama. Sudah dapat yang dihajati, sudah terlaksana apa yang dikejar, cinta akan terkulai dan bersepai.
Hubungan cinta jangan dicemari oleh sebarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan kita tertipu dengan pesona cinta yang dihiasai pelbagai dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari cinta terlarang, racunnya akan meresap membunuh akal, jiwa d! an perasaan. Pada ketika itulah cinta dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala hingga seseorang akan menjadi hamba kepada sesiapayang dicintainya. Ketika itu hati tidak nampak yang lain kecuali yang dicintai. Lupalah diri pada Pencipta cinta keran terlalu asyik dengan cinta yang dikurniakan-Nya. Bagaimanakah perasaan agaknya, jika seseorang begitu leka dengan hadiah hingga terlupa bersalam dan berterima kasih dengan pemberinya?
Pohon Cinta Terlarang
Allah kerap dipinggirkan dalam hubungan cinta terlarang. Hukum-Nya dilanggar bukan dengan rasa bersalah tetapi dengan rasa manis dan megah. Tangan kekasih dipegang walaupun jelas Allah mengharamkan sentuhan antara lelaki dan wanita yang bukan muhrim. Tergamak berdua – duaan di tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan Nabi bahawa dalam keadaan begitu syaitan adalah pihak ketiga. Lebih dari itu pun banyak yang berlaku. Semuanya seolah – olah halal hanya kerana cinta. Racun – racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai baja. Akhirnya pohon cinta terlarang pun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai jenama yang aneh dan menjijikan – bohsia, bohjan, buang bayi, dan zina. Ketika itu indahkah cinta?
Peraturan cinta bagai tanda – tanda dan lampu isyarat di atas jalan raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak tetapi pegerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa itu akan berlakulah perlanggaran dan pertembungan. Begitulah cinta, ia adalah kuasa tetapi kuasa itu perlukan peraturan dan kawalan. Apakah peraturan – peraturan dalam hubungan cinta? Hendaklah cinta kita berdasarkan cinta Allah. Ertinya, cinta yang kita berikan kepadanya semata- mata kerana mengharapkan keredhaan Allah. Allah memberikan kita fitrah itu, lalu kita niatkan dengan fitrah itu boleh mendekatkan diri kita kepadaNya. Cintailah sesiapa pun tetapi, pastikan cinta itu dapat memudahkan kita mencai Allah. Sehubunagn dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah diniatkan untuk Allah.
Tetapi bagaimana?
Iringilah dengan niat untuk berkahwin kerana berkahwin itu lebih memudahkan seorang lelaki dan perempuan menyempurnakan agamanya. Oleh itu, usah lah bercinta sekadar untuk bersuka – suka . Lebih buruk lagi janganlah ada niat – niat yang jahat dalam bercinta samaada didorong oleh hasutan nafsu atau pujukan syaitan. Jika tidak ada niat untuk berkahwin cinta sudah pasti bukan kerana Allah. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan. Cinta jenis ini, seburuk namanya – cinta monyet!
Putus Cinta
Hendaklah dipastikan semasa menjalinkan hubungan cinta tidak ada hukum Allah yang dilarang antaranya , tidak ada pergaulan bebas, tidak ada pendedahan aurat , tidak ada pengabaian perkara asas, seperti meninggalkan sem! bahyang, puasa dan lain – lain. Hubungan cinta jangan sampai terjerumus dalam perkara yang melalaikan dan merugikan . Maka, remaja seharusnya tidak mengeluh, “cintakah namanya ini, jika tidak ada dating, perbualan telefon maraton, surat cinta, sentuhan tangan, kerlingan dan senyuman?”
Yakinlah, tidak ada keindahan dengan melanggar peraturan Allah. Putus cinta dan kecewa , bercinta yang begitu dominan dalam kehidupan remaja adalah disebabkan racun – racun cinta yang disangka baja ini. Jesteru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perkahwinan dan lebih banyak putus tanpa sempat menempuh perkahwinan. Allah maha Mengetahui dan Maha Menyayangi . Segala peraturan-Nya dibuat dengan rasa cinta terhadap hamba-hambaNya. Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu. Dan Cinta itu pasti membawa ke gerbang perkahwinan.
Sedikit rangkap kedua dari Mestica,Kerana Cinta.Mungkin ramai yang akan tersenyum,mungkin ada juga segelintir yang akan excited dengan tajuk yang ana utarakan ini.Manusia tiak akan pernah lari jauh dari memperkatakan perkara ini.Dan yang akan paling seronok membicarakan hal sebegini adalah para belia remaja seusia ana yang baru mengenal dunia dewasa ini.Ada ramai kenalan sekolah lama(Tingkatan1-3)lama seusia ana akan melangsungkan pertunangan dan perkahwinan.Subhanallah Tidak sangka begitu cepat masa berlalu,dan kini semunya membawa haluan masing-masing dan memilih cinta yang mereke temui dan berharap agar bahagia ke anak cucu.
Ana juga baru bertemu dengan cinta,cinta yang tidak mahu di lepaskan dari gengaman.Indahnya cinta ini sehinggakan walaupun sentisa mendapat ujian tetapi cinta itu kian utuh di dalam hati dan makin mengenali si DIA,hembusan sayang si DIA,sentuhan kasih si DIA,sentiasa mendapat perhatian si DIA.Diri ini tidak pernah di lupakan oleh si DIA,walaupun kadang-kadang terlupa si DIA..tetapi si DIA tetap memberikan kasih sayang NYA.Tidak mahu kasih sayang dan cinta ini hilang di telan zaman.Bertuahnya diri ini di kurniakan cinta si DIA yang sangat AGUNG tersebut.
“CINTA ITU TIDAK PERNAH MEMINTA,TETAPI MEMBERI SEPENUH RELA”..
Diri ini meletakkan seluruh kehidupan di dalam gengaman si DIA.Biarlah si DIA yang menentukan segala-galanya kerana apa yang terbaik dari si DIA adalah yang terbaik juga bari diri yg daif ini.
Ramai di kalangan masyarakat yang sedikit kehairanan apabila mengatakan cinta itu.Mereka sedikit bingung akan cinta yang kita peroleh dari si DIA.Mereka berasa penat mencari cinta si DIA kerana bertemu dengan si dia.
“Cintailah ALLAH dahulu sebelum mencintai manusia.Kita tidak layak memperoleh cinta makhluk yang agung jika tidak mampu memperoleh cinta DIA”.pesan ana pada seorang kenalan.
“Itu betul.Tapi saya dah penat menahan diri.Letih.Mencari cinta si DIA,tetapi datang pula cinta si dia ketika saya mencari cinta si DIA.Saya dah tak tahan menyimpan di dalam hati.”luahan seorang kenalan
“Itulah ujian sebelum bertemu cinta si DIA.Tinggalkan cinta manusia kerana cinta ALLAH ,insya-ALLAH,ALLAH akan berikan cinta manusia yg lebih baik dari itu”
Benarkan kita inginkan cinta si DIA??Jika benar,hadapilah ujian sebelum meraih cinta si DIA.Ibarat cinta manusia,seorang lelaki yang menyukai seorang wanita.Lalu datang ujian seperti halangan ibu-bapa,dan cinta ke tiga.Lalu si lelaki akan berusaha sedaya upaya untuk mengharungi segala ujian tersebut supaya dapat memperoleh cinta si dia dan membuktikan cintanya kepada si dia.Tetapi hampa.Cinta yang di harapkan sehingga ke anak cucu,akhirnya musnah di pertengahan jalan.Diri sudah memberikan segala-galanya,tetapi jalan pengakhirannya di khiniati oleh cinta itu.
“ Mengapa anda menyukai si dia?Boleh berikan sepuluh alasan..”Ana mula menerbitkan persoalan
“Dia baik hati.Hatinya sangat lembut.Pernah saya Nampak dia menangis kerana simpati pada anak-anak yatim.Dia pemurah dan mungkin juga seorang yang soleh.Dia baik la,mengambil berat terhadap orang lain dan macam-macam lagi lah.Dan juga kacak/cantik”
"Antara si dia dengan DIA,siapa yang lebih pemurah?"
“DIA lah yang pemurah”
“Benar.DIA YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENGASIH.DIA tidak memilih kasih untuk memberikan rezeki sehinggakan orang kafir yang tidak pernah mengingati DIA juga mendapat rezeki dan kesihatan tubuh badan.DIA juga tidak pernah lupa memberikan oksigen untuk pernafasan setiap makhluk.Andai satu minit sahaja bekalan oksigen ter berhenti seketika,mungkin kita akan mati.
“dia simpati dan lembut hatinya penuh kasih sayang.Antara si dia dengan DIA,siapakah yang lebih lemah lembut agakanya?”
“DIA la ..”
“Tepat.DIA Yang Maha Lemah lembut.Dari ayat al-quran juga telah menerangkan sikap lemah lembut-NYA.
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya(Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut.Mudah-mudahan dia sedar dan takut (Surah Taha:44)
Itulah ayat ALLAH yang mengingatkan nabi musa dan Harun a.s supaya menyeru firaun dengan lemah lembut walaupun firaun itu mengaku dirinya tuhan.
Dan DIA juga memaafkan kesalahan dosa manusia walaupun melanggit tinggi jika dia bertaubat.DIA juga mengampuni segala bentuk lintasan buruk(yg bertentangan dengan iman danlintasan hati yang tidak di sengajakan)dari hati hamba-NYA selagi mana ia belum di amalkan atau di ucapkan.
“Dari Abu Hurairah R.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:
ALLAH telah mengampuni segala bentuk lintasan-lintasan buruk(yang bertentangan dengan iman dan yakin atau lintasan hati yang tidak di sengajakan)dari hati umatku selagi mana ia belum di amalkan atau di ucapkan(H.R Bukhari).”
“Antara si dia dan DIA,mana yang lebih mengambil berat kepada kita?”ana menjelmakan persoalan lagi supaya kenalan tersebut boleh berfikir.Sesungguhnya ALLAH membuat perumpamaan di dalam Al-Quran supaya manusia berfikir.
“of course la DIA”
“Aha..lagi sekali jawapan itu tepat.10 markah.Lihatlah,DIA tidak membiarkan kita lalai dan alpha di dunia.Lantas,DIA memberikan ujian supaya kita sentiasa mengingatinya.Saya ada satu cerita pendek.
Pada suatu hari Saidina umar berasa susah hati kerana sudah lama dia tidak mendapat kesakitan.Beliau amat risau kerana mungkin ALLAH tidak mengingatinya kerana tidak memberikan kesakitan padanya.
Oleh itu,usahlah bergundah-gulana andai ujian melanda,kerana di sini akan terasa akan kasih sayang ALLAH.Jika DIA tidak mengambil berat akan umatnya,maka DIA akan biarkan umatnya lalai dengan segala nikmat dunia ini sehinggalah tiba hari pembalasan.Saya juga yakin.dengan segala nikmat dunia ini kita akan lalai dari mengingati DIA bukan?
“Ya..betul tu.Kalau kita hidup mewah,bahagia,tiada masalah.Rasanya kita akan lupa padanya.Seperti Firaun yang mengaku dirinya tuhan.Firaun tidak pernah mendapat kesakitan dan tidak pernah mendapat ujian ALLAH.Lalu dia merasakan dia hebat lantas mengaku sebagai tuhan.”Jawab kenalan ana
Sifat pemurah itu akan menarik sesiapa sahaja untuk mendampinginya.Seperti seorang miskin yang amat memerlukan wang,lantas ada seorang yang dermawan menginfakkan sedikit hartanya kepasa si miskin.Si miskin itu amat gembira dan sentiasa mengucapkan terima kasih atas bantuan dermawan tersebut dan menyebarkan cerita tentang kebaikan si dermawan itu serta mendoakan si dermawan.
Adakah sikap dermawan itu lahir dari hatinya begitu sahaja?Mustahil bukan.Allah jualah yang memiliki hati-hati insan itu.ALLAH memberikan sikap dermawan itu kepada si penderma supaya dia menjadi seorang yang pemurah.
Begitu juga dengan seseorang yang sangat ikhlas dan lembut hatinya sehinggakan menitiskan air mata apabila melihat penderitaan anak-anak yatim dan juga orang susah.Adakah ia lahir begitu sahaja?
Tidak,ia lahir daripada ALLAH.Jika ALLAH tidak melembutkan hatinya,maka tidak akan setitis pun air mata yang akan tumpah kerana simpati kepada kesusahan anak-anak yatim dan orang susah.
Kita tertarik dengan si dia kerana keindahan rupanya yang mulus.Siapakah yang memberikan kecantikan itu?Adakah kerana hasil dia menjaga wajahnya,pergi ke salun,memakai berbagai-bagai jenama cuci muka menyebabkan dia kelihatan cantik?
Maka,jawapannya sama seperti di atas.ALLAH jua yang memberikan kecantikan itu.Walaupun si dia memakai berbagai jenama yang mahal untuk menjaga wajah,tetapi jika tidak dengan izin-NYA,maka tidak akan Berjaya juga untuk memperoleh kecantikan tersebut.Dan ALLAH jualah YANG MAHA INDAH.
Setelah banyak persoalan yang ana timbulkan,adakah masih ada keraguan untuk saling mencintai DIA?
Cinta-Mencintai,ALLAH itu mencintai kita.Selangkah kita kepada-NYA,seribu langkah DIA pada kita.Jika kita pergi dengan-NYA dengan berjalan,maka ALLAH akan datang dalam keadaan berlari.
Itulah jawapan kepada cinta-mencintai.Kita sanggup korbankan segalanya hatta nyawa sekalipun kerana memberikan cinta kita kepada-NYA.Maka ALLAH telah sediakan syurga Firdausi bersama ainul mardiah(syahid) di sana.
Seringkali rungutan kerana pengkhianatan cinta itu di luahkan.Tetapi,CINTA ini tiada pengkhianatan.Malah sudah tersedia balasan bagi cinta ini.
Kepada yang mencari-cari cinta manusia untuk melengkapkan separuh lagi diri,teruskan mencari.Tetapi usah berlandaskan nafsu.Tetapi berlunaskan iman,al-Quran dan sunnah.
Janganlah kalian mencari dan hanya melihat seseorang dengan mata nafsu,tetapi pandanglah dari mata iman.Kerana jika tersalah langkah,maka impaknya amat besar.Bukan kepada anda sahaja,tetapi juga kepada anak-anak kelak.
Adakah seorang lelaki yang tidak mampu untuk menjadi imam solat boleh menjadi imam pada keluarga yang akan anda bina kelak?
Adakah seorang wanita yang tidak mampu menjaga maruah dirinya sendiri mampu menjaga maruah anak-anak dan suaminya kelak?
Seorang anak yang kehilangan kasih keluarganya kerana penceraian kedua ibu bapanya akan menerima nasib malang akibat nafsu ibu-bapanya yang tidak menilai cinta berlandaskan iman.
Kasihan anak itu.Anak yang masih belum mengerti permainan dunia ini akan merasai tempias dari nafsu tersebut.
Nafsu yang tidak di jaga oleh ibu-bapanya ketika menjadi pasangan belangkas sebelum berkahwin,nafsu berpengangan tangan ketika belum ada ikatan yang sah.Nafsu ayat-ayat jiwang yang di luahkan sebelum ada apa-apa ikatan perkahwinan.
Sebuah bangunan yang di bina dengan asas yang rapuh akan mudah runtuh ketika di landai badai angin yang kecil,ribut yang belum menjadi taufan juga sudah mampu meranapkan bangunan tersebut.
Tertawanlah dengan imannya,jadikan iman sebagai hantaran yang paling mahal di antara segala hantaran dunia.Bukannya hantaran al-Quran yang indah,cantik,sedap mata memandang,tetapi akhirnya hanya menjadi perhiasan di almari .
Semaikan cinta ALLAH di dalam hati,kelak akan ada cinta manusia yang mencintai ALLAH di dalam secebis hatimu.
Dan cintaku hanya pada Pemilik Alam ini .Hatiku adalah kepunyaan-NYA.DIA lah yang menetapkan segala-galanya bagi diriku.Ya ALLAH,tetapkanlah rasa cinta ini mekar di dalam hatiku dan di dalam insan-insan yang aku kasihi dan sayangi kerana –MU.
Orang Yang Paling Bijak Ialah............
Hati yang ingat mati akan sentiasa hidup…Org yang paling bijak adalah org yang sentiasa ingat mati..
Ketika ia menjelma…
Adakah kita mati dalam husnul khatimah…
Ataupun su'u’ khatimah..
Adakah kita mati sebagai seorang syahid pejuang agama..
Ataupun mati sebagai pejuang maksiat..
Ketika malaikut maut bertandang…
Adakah kita dalam perjalanan berjuang di jalan ALLAH..
Ataupun dalam perjalanan menuju tempat maksiat…
Ketika Izrail menjemput..
Adakah kita berpakaian seorang muslim,menutup aurat..
Ataupun adakah dalam berpakaian seksi,menjolok mata
Ketika nyawa di hujung kerongkong..
Adakah kita bersama-sama sahabat menjalinkan ukhuwah dan berjuang..
Ataupun bersama-sama kekasih pujaan hati,berpegangan tangan..
Ketika ia tiba..
Adakah kita sedang bersangka baik dengan sahabat,org sekeliling dan kawan2.
Ataupun bersangka buruk dan berdendam dengan mereka…
Ketika kesakitan maut terasa…
Adakah kita tengah berkata-kata amar makruf nahi mungkar..penuh berhikmah..
Ataupun tengah berkata-kata keburukan,keaiban orang dan beromongan kosong..
Ketika roh di ragut keluar dari jasad..
Adakah kita sudah menjalankan tanggungjawab sebagai seorang anak..
Ataupun ketika itu menyakiti hati ibu-bapa..
Ketika izrail menjalankan tugas,
Adakah kita sedang menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi..
Ataupun sebagai perosak di muka bumi..
Ketika izrail tiba di hadapan…
Adakah kita sedang berada di gelanggan bola ,menonton perlawanan..
Ataupun berada di masjid atau berqiamualill menangisi dosa-dosa..
YA ALLAH..
Sakitnya mati itu..
sakitnya nyawa di ceraikan dari jasad..
Sakitnya segala urat dan organ-organ badan..
Sakitnya…sehinggakan badan menjadi kejang..
Sakitnya… sehinggakan mata tidak mampu tertutup sendiri
Ya RABB
Aku inginkan syahid..
Kesakitan itu tidak terasa..
Hanya sekadar gigitan semut
Aku inginkan bertemu Mu dalam keadaan diri sebagai pejuang agama…
Bukan sebagai pejuang maksiat dan pembela maksiat..
Aku inginkan syurga Firdausi..
Aku inginkan syurga..
Di sana tiada keresahan,tida kelaparan,..tiada hasat dengki..tiada nafsu perosak
Org yang paling bijak adalah org yang sentiasa ingat mati..
“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari (setitis) air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging; kemudian Dia mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian kamu (dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; kemudian kamu (dipanjangkan umur) hingga sampai menjadi tua dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan sebelum itu. (Allah melakukan kejadian yang demikian) supaya kamu sampai ke masa yang ditentukan (untuk menerima balasan) dan supaya kamu memahami (hikmat-hikmat kejadian itu dan kekuasaan Tuhan).” (Surah Al-Mu’min : 67)
Syaikh Ibnu ‘Athaillah mengatakan:
“Apa yang telah luput daripada umurmu itu tidak akan ada ganti baginya. Dan apa yang telah berjaya bagimu daripada umurmu itu, tidak ternilai harganya.”
Usia manusia bagaikan awan yang berlalu. Sekali melintas maka selama-lamanya dia tidak pernah kembali. Oleh yang demikian, selagi hayat dikandung badan dan selagi kita mempunyai kesempatan, maka gunakanlah umur yang demikian amat berharga itu untuk melakukan dan mengumpulkan amal kebajikan sebanyak-banyaknya.
Sungguh rugi seseorang manusia yang tidak menggunakan usianya dengan baik. Kesempatan itu hanya datang sekali, selepas itu kita akan dihadapkan kepada Allah Ta’ala untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang telah lakukan selama hidup di dunia ini.
Perhatikanlah firman Allah Ta’ala, yang berbunyi:
Terjemahan: “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih dan memberi nasihat dengan kebenaran dan memberi nasihat dengan kesabaran.” (Surah Al-’Asr : 1-3)
Begitu pentingnya masa (usia) itu, hinggakan Allah bersumpah dengannya. Sehubungan dengan hal ini, Imam Syafi’i pernah mengatakan:
“Jika sekiranya Al-Quran itu terdiri daripada satu surah saja, maka surah Al-’Asr sudah cukup untuk menjadi pedoman kehidupan manusia.”
Adapun mutiara yang dapat kita raih adalah sebagai berikut:
* Iman sebagai landasan hidup
Semenjak kecil, kita sudah diajar dan disuruh untuk menghafal rukun Iman yang enam, yakni percaya kepada Allah, percaya kepada malaikat-Nya, percaya kepada kitab-kitab-Nya, percaya kepada Rasul-Nya, percaya kepada hari kiamat dan percaya kepada qada’ dan qadar daripada Allah.
Bagaimanapun, rukun iman itu tidak memadai kalau hanya dihafal saja. Tetapi hendaklah ia diresapkan ke dalam hati kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan.
Renungkan firman Allah Ta’ala:
“Tidakkah engkau melihat bagaimana Allah mengemukakan satu perbandingan, iaitu kalimah yang baik adalah sebagai sebatang pohon yang baik, yang akar tunjangnya tetap teguh, dan cabang pucuknya menjulang ke langit. Ia mengeluarkan buahnya pada setiap masa dengan izin Tuhannya. Dan Allah membuat perbandingan itu untuk manusia, supaya mereka beringat. Dan perbandingan kalimah yang buruk seperti pohon yang tidak berguna yang terjungkit akar-akarnya dari bumi; tidak ada tapak baginya untuk tetap hidup. Allah menetapkan pendirian orang yang beriman dengan kalimah yang tetap teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang yang berlaku zalim; dan Allah berkuasa melakukan apa yang dikehendaki-Nya.” (Surah Ibrahim : 24-27)
Iman sebagai landasan hidup, adalah bagaikan sebatang pohon yang akarnya menghunjam ke dalam bumi, berdaun rendang (rimbun), berbuah lebat dan batangnya tegak dengan kukuhnya. Pohon seperti ini tidak akan tumbang walaupun dilanda oleh angin kencang. Daunnya yang rendang dijadikan tempat berteduh, batangnya dijadikan tempat bersandar dan buahnya untuk dimakan. Secara keseluruhannya, pohon itu mendatangkan manfaat yang amat besar kepada manusia.
Demikian juga dengan iman. Sebagai seorang yang beriman, hendaknya kita tidak mudah terumbang ambing oleh sebarang keadaan, yang sekaligus mendatangkan keberkatan dan manfaat kepada manusia.
* Mengerjakan amal salih
Menurut ajaran Islam, amal salih itu amat luas sekali. Bahkan segala sesuatu yang boleh mendatangkan kebaikan apabila dikerjakan (menurut syariat Al-Quran dan Sunnah), baik untuk diri sendiri, ahli keluarga mahupun orang lain, adalah tergolong dalam amal salih.
* Saling menasihati dengan kebenaran
Di dalam Al-Quran, surah Al-Ra’d ayat 17:
“Ia menurunkan air dari langit, lalu membanjiri tanah-tanah lembah menurut kadarnya, kemudian banjir itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa yang dibakar di dalam api untuk dijadikan barang perhiasan atau perkakasan, juga timbul buih seperti itu. Demikianlah Allah memberi misal perbandingan tentang perkara yang benar dan salah. Adapun buih itu maka akan hilang lenyaplah ia tak berharga, manakala benda-benda yang berfaedah kepada manusia maka ia tetap tinggal di bumi. Demikianlah Allah menerangkan misal perbandingan.”
Allah Ta’ala mengumpamakan kebenaran itu bagaikan air hujan dan kebatilan itu bagaikan buihnya. Maka air hujan itu akan mendatangkan manfaat yang besar bagi manusia, sedangkan buihnya akan lenyap tanpa bekas.
Oleh yang demikian, kebenaran hendaklah selalu ditegakkan, walaupun untuk melakukannya itu diperlukan perjuangan dan pengorbanan yang besar.
* Saling menasihati dengan kesabaran
Sabar adalah tahan menderita terhadap sesuatu yang tidak disenanginya, serta merasa redha terhadap segala sesuatu yang menimpa. Ikhlas dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada ketentuan Allah setelah berikhtiar dan mengusahakan yang terbaik.
Dari penjelasan surah Al-’Asr di atas, jelaslah bagi kita bahawa orang-orang yang mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya dengan sebaik-baiknya, akan beruntung sebesar-besarnya.
Akhirnya marilah kita renungkan pula sebuah syair para ahli hikmah berikut ini:
“Aku tangisi zaman muda yang telah pergi. Wahai kiranya muda, bilakah akan kembali lagi kepada kami? Sekiranya muda dapat dijual, maka akan ku bayar kepada penjualnya berapapun harga yang dikehendakinya. Tetapi masa muda itu, bila dia telah pergi menjauh, maka dia tidak akan kembali lagi…”
Itu penyakit P dan K, iaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah cara pemikiran orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: Siapakah yang menyihirnya ? Selalu"siapa" Bukan"apa" penyebabnya. Bidang kedoktoran modern selalu mencari "apa" penyebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu tidak pernah mahu disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik itu yang salah", atau sebagainya.Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahawa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda memberitahu tidak pernah, bererti anda bohong."Ah, orang itu boleh, orang itu kaya, orang itu dapat naik pangkat dan sebagainya, Lihat saya ini apa ?, wah saya tidak dapat jadi seperti dia. Dia punya ijazah, saya hanya diploma. Dia ada banyak waktu, saya sibuk, sudah pasti tidak boleh". Penyakit ini seperti kanser, bertambah besar, besar di dalam mental diri sehingga boleh mencapai "improper guilty feeling". Penyakit ini perlahan-lahan boleh membunuh kita. Merasa "inferior", kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan kejayaan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga kejayaan orang lain dianggap Wajar kerana mereka mempunyai sesuatu kelebihan yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara bertulis. Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", bagi mengisi waktu saja, hasilnya cuma biasa-biasa saja.
4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI SALAH MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ibarat seorang yang mahu kaya,lalu dia pergi merompak bank yang akhirnya di tangkap polis dan di penjarakan.
5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Kejayaan tidak pernah dicapai dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kejayaan yang sebenarnya, "real success", kerana tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, kejayaan yang di capai tidak sempurna.
6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Kapal terbang untuk membolehkannya take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk membuat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Jikalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, manakan dapat untuk pesawat tersebut membuat take-off.
7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia mahunya yang besar-besar, yang hebar, tetapi ha-hal kecil tidak dilalukannya. Dia lupa bahawa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Mahu saja yang hebat. Mengabaikan hal kecil saja tidak boleh, apatah lagi mengabaikan orang kecil.
8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percubaan 3 bulan. Bukan membuat kesalahan menjadikan seorang itu gagal tetapi berhenti pada tempat yang salah, jika kita membuat kesalahan, kita boleh memperbaikinya tetapi jika kita berhenti di tempat yang salah kita akan menyesal.
9. BAYANG-BAYANG MASA LALU
Kita selalu dipenuhi oleh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, tidak berani untuk mencuba lagi. Ini berkaitan dengan penyakit nombor 3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahawa hidup itu maju terus. "Waktu" itu terus berjalankan? Semuanya berjalan, hidup kita pun terus berjalan juga. berlari saja ke depan, kalaupun harus jatuh, pastikan jatuh ke depan. Orang yang berjaya, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kejayaan.
10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KEJAYAAN
Biasa disebut "Pseudo Success Syndrome". Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berjaya dengan kejayaan kecil, terus berhenti, tidak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan kejayaan kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling merbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling merbahaya, kerana orang lupa dan mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, kerana kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, jangan jadi sombong, terus takabur.
Setiap kali terjadinya pertengkaran kecil, salah seorang pasangan atau kedua-duanya harus bersedia untuk tidak melanjutkannya kerana pertengkaran berat itu tidak menguntungkan. Nasihat Allahyarham Tan Sri P.Ramlee dalam lagunya “Kisah Rumah Tangga” …
“
Kalau salah sedikit
Lekas-lekas diselesaikan
O perkara kecil-kecil
Jangan suka dibesarkan
Itulah satu contoh
Kita perlu buat pedoman
”
Ada beberapa pedoman lain bagi mengelak pertengkaran remeh-temeh daripada menjadi gunung berapi.
1. Jauhi daripada mengeluarkan komen atau kata-kata yang menyakitkan hati pasangan. Jauhi daripada mengejek, menyindir atau memberi isyarat bahasa badan yang akan menaikan suhu pasangan.
2. Jika merasakan pertengkaran itu semakin teruk, cepat-cepat alihkan topik kepada sesuatu yang menggembirakan kedua-dua pihak.
3. Jauhi sama sekali daripada ingin bertengkar apabila merasakan saat pertengkaran akan berlaku. Katakan anda tidak mahu meneruskan kerana percakaran dialog tidak akan membawa faedah.
4. Rela memaafkan pasangan jika dia tidak mengotakan janjinya, walaupun dia melakukannya secara sengaja ataupun tidak. Kealpaan kecil ini tidak seharusnya merosakkan hubungan mesra kamu berdua.
5. Jangan bersikap berdendam walaupun pasangan anda mahu menyakiti hati anda. Sikap berdendam, mahu ‘mengajar’ atau terlalu peka sebenarnya boleh mengapi-apikan rasa marah sehingga ia menjadi tidak terkawal.
6. Sedarilah bahawa meneruskan pertengkaran itu tidak banyak membawa kebaikan selain daripada melukakan hati masing-masing.
7. Beranikan diri untuk mengingatkan pasangan semasa saat pertengkaran akan memasuki fasa teruk seperti, “Abang/sayang tak guna kita terus bertengkar lagi. Baik kita lupakan saja dan jangan melakukan perkara yang kita tidak suka ini lagi.”
8. Sebaik saja pertengaran remeh-temeh bertukar menjadi lebih buruk, salah seorang dengan ikhlas harus terus memeluk pasangan dan menginsafkan diri masing-masing. Pelukan kasih sayang boleh memberi sedikit kelegaan segera dan menyedarkan bahawa tidak ada faedahnya bertikam lidah, menjerit atau membeliakkan mata antara satu sama lain.
9. Katakan kita harus jauhi kuasa ‘syaitan’ yang cuba membakarkan hati kita.
Harus sedar juga bukan mudah untuk melenturkan ego dan keangkuhan kita saat bertengkar. Proses mencari kesamarataan, saling hormat-menghormati dan sedia menerima kelemahan masing-masing dengan ikhlas adalah sesuatu yang panjang dan rumit. Jika kita berjaya mencapai semua itu, hubungan dengan pasangan akan lebih bahagia.
Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”
Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
”Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
“Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”.
Selagi ibu kita masih ada di dunia ini, ciumlah dia, cium tangannya, senantiasa meminta maaf darinya, berikan senyuman kepadanya,curahkanlah sepenuh kasih sayang kepadanya.
Kasih ibu tiada tandingannya.
Dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Makanan untuk otak dan memoriMempunyai daya ingat dan daya fikir yang tinggi sememangnya merupakan satu kelebihan kepada seseorang. Namun tahukah anda bagaimana untuk untuk meningkatkan daya ingatan anda? Apakah jenis-jenis makanan yang boleh meransang pertumbuhan sel-sel otak dan memperbaiki fungsinya seterusnya mempertingkatkan daya ingat dan konsentrasi seseorang?Berikut adalah 10 jenis makanan yang bersesuaian untuk meningkatkan daya ingat seseorang.
1. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak Omega-3 – DHA and EPA – yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Kajian terbaru juga menunjukkan bahawa orang yang memperolehi asupan asam lemak lebih banyak memiliki fikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kecerdasan minda. Menurut para pakar pemakanan walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.
2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatifnya murah dan harganya cukup terjangkau. Bahagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.
3. Mentega kacang
Kacang tanah (peanut) dan mentega kacang (peanut butter) merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama Thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk keperluan tenaga.
4. Gandum murni (whole grain)
Otak memerlukan penyediaan glukosa dari tubuh secara konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk menyokong keperluan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandungi vitamin B yang berfungsi memelihara kesihatan sistem saraf.
5. Oat / Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling popular di kalangan anak-anak dan kaya dengan nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan tenaga atau bahan bakar untuk otak yang sangat diperlukan anak-anak mengawal aktivitinya di pagi hari. Kaya dengan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak keperluannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potassium dan zinc – yang membuat tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasiti penuh.
6. Beri
Strawberi, ceri, blueberi dan blackberi. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutritisi yang di kandungnya. Beri mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanser. Beberapa research menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberi dan strawberi mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah beri ini juga ternyata kaya dengan asam lemak Omega-3.
7. Kekacang
Makanan jenis kekacang adalah makanan istimewa kerana makanan ini mempunyai tenaga yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak kerana mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berfikir anak-anak pada puncaknya di petang hari jika dikonsumsi saat makan siang. Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya – khususnya ALA – jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak.
8. Sayuran berwarna
Tomato, kentang merah, labu, karot, bayam adalah sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sihat.
9. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B quality. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang kerana kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak. Penelitian terbaru menunjukkan bahawa anak-anak dan remaja memerlukan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dos yang disyorkan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan pusingan hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.
10. Daging lembu tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral keperluan yang akan membantu anak-anak tetap bertenaga dan berkonsentrasi di sekolah. Daging lembu tanpa lemak adalah salah atu sumber makanan yang mengandungi banyak zat besi. Dengan hanya mengambil 28g sehari, maka tubuh anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi daripada sumber lain. Daging sapi juga mengandungi mineral zinc yang dapat membantu memelihara daya ingat.
Khusus bagi yang vegetarian, anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger soya sebagai pilihan. Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting zat besi nonheme – taip zat besi yang memerlukan vitamin C untuk di serap oleh tubuh. Menkonsum tomato, jus jeruk, strawberi dan kacang-kacangan juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi. Selain makanan, agar cerdas ya jelas kita harus banyak bersukan dan beriadah agar stamina kita tetap terjaga serta rehat yang cukup.













