Kategori

Isi Kandungan

Followers

Promosi Blog Anda

Daftarkan Blog Anda Disini...Percuma

Membuat Jaringan Wireless (WAN)

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus Tuesday, February 23, 2010 2 comments


Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpa menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peer to peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.


1. Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.

2. Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.

3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.

4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.

5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.

6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.

7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Ciri-Ciri Suami yang Baik dari Sudut Islam

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus Sunday, February 21, 2010 0 comments


Memetik kertas kerja Dasar Pembentukan Rumahtangga serta Adat-adat Yang Bercanggah tulisan Kadi Kuala Selangor, Haji Asmungi Mohd Sidek, “Sebagai seorang gadis apabila mula memikirkan alam dewasa dan ingin menggantungkan nasib dirinya kepada lelaki melalui rumahtangga, hendaklah membuat pemilihan teliti, seeloknya pilihlah lelaki;


1. Yang berkemampuan sebagaimana hadis Nabi Riwayat Ahmad Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah yang bermaksud:

“Wahai permuda-pemuda; barang siapa diantara kamu bernikah, maka hendaklah ia bernikah, yang demikian itu amat menundukkan pandangan dan amat memelihara kehormatan, tetapi barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah berpuasa kerana puasa itu menahan nafsu.” Mampu yang dimaksudkan, berupaya menyediakan tempat tinggal, saraan hidup yang biasa mengikut suasana sekarang, serta pakaian untuk menutup aurat. Perkara-perkara ini wajib dilaksanakan suami dan kegagalan menyempurnakannya boleh mendatangkan kesan buruk dan mudah berlaku perceraian.

2. Boleh dijadikan sebagai ganti ayah bonda. Sanggup melindungi wanita daripada segala bahaya dan kecelakaan yang menimpa kerana apabila seorang wanita rela dinikahi, bererti ia rela melepaskan dirinya daripada ayah bonda yang selama ini menjadi tempat pergantungan hidup. Kini berpindah kepada lelaki yang bakal menjadi suaminya.

3. Pandai menjaga darjat diri; apabila bercakap dikota dan diamalkan. Selain daripada itu suami yang baik akan sentiasa mengajak isteri ke arah kebaikan, menjauhkan yang mungkar dan mendahului perbuatan itu.

4. Berkebolehan di dalam urusan rumahtangga. Kebolehan memasak, menjahit juga membasuh akan membantu kerana lelaki yang biasa membuat kerja begini, tidak akan membebankan isterinya membuat kerja rumah sekiranya isteri tiada kemampuan.

5. Mempunyai penuh kepercayaan kepada perempuan dan tidak mudah bersangka buruk. Biasanya apabila suami bertugas mencari nafkah maka isteri akan menjaga segala amanah harta dan anak di rumah. Sekiranya suami tidak mempunyai kepercayaan kepada isteri, ini bererti suami akan sentiasa menyangka buruk.


6. Rajin, berpemikiran luas dan tidak memakan harta perempuan. Lelaki begini adalah ciri-ciri lelaki yang tidak pemalas, inginkan kemajuan serta tidak mengharapkan titik peluh isteri. Allah sangat tidak menyukai manusia yang hanya bertawakal dan menyerah diri tanpa usaha sedangkan kejayaan dicapai melalui usaha.

7. Mudah memaafkan. Sifat ini adalah sebahagian daripada sifat terpuji Rasullah ketika menegakkan agama Islam. Oleh itu suami bertanggungjawab sepenuhnya kepada isteri dan anak.

8. Datang daripada keturunan orang yang baik-baik lagi rajin beribadah. Seelok-eloknya, mempunyai akhlak dan budi bahasa mulia, berpegangan agama lagi rajin beribadah dan tidak berpenyakit keturunan seperti gila atau penyakit merbahaya yang boleh membawa kepada kesengsaraan hidup.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Masalah Hanyalah Perencah

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 2 comments


“Kadang-kadang ALLAH hilangkan sekejap matahari kemudian dia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita mencari di mana matahari, rupa-rupanya ALLAH nak hadiahkan kita pelangi yang indah”


Kalaulah kita boleh selalu berfikir sebalik kepada sebalik, kita menjadi lebih kuat untuk mendepani apa juga cabaran dan dugaan. Masalahnya kita selalu melihat apa yang terlihat oleh kita, langsung tidak mahu menduga apa yang tersembunyi di sebaliknya.

Kalau dilihat semua kesusahan itu kesedihan, yang dapat ialah kesusahan dan kesedihan belaka. Andainya ingin dilihat kepayahan sebagai kemudahan yang mungkin tersembunyi di mana-mana hati kita akan lebih berbaik sangka.

Bukan semua yang menggembirakan itu baik untuk kita, ada kalanya menjadi masalah yang sangat menyusahkan. Dan bukan semua yang tidak kita sukai baik untuk kita, ada kalanya itulah punca berbahagianya kita.


Hidup perlu dilihat dari perspektif yang berbeza-beza. Bukan ALLAH tidak kasih apabila menurunkan ujian tetapi kita yang gagal melihat kebaikan yang terselindung.

Apabila cuaca dikatakan buruk, ia mungkin baik untuk kitaran, tumbuhan dan serangga. Hujan yang keterlaluan dan panjang, tidak semestinya tidak baik untuk manusia. Mungkin di situlah letaknya keseimbangan pada musim yang mendatang.

Kalau dilihat semua perkara buruk sebagai buruk, hidup tidak akan lebih indah daripada ketakutan-ketakutan kita terhadap kehidupan itu sendiri. Hidup tidak perlu ditakuti. Memang wajahnya pelbagai. Tetapi takut pada hidup selalunya akan memperhodoh pandangan dan pendirian.

Kadang-kadang hidup perlu dilalui dengan selamba. Anggap semua masalah sebagai perencah. Yang menggembirakan pula sebagai kebetulan agar yang pahit tidak terlalu dirisaukan.

Hakikatnya tiada manusia bebas daripada masalah. Sejak seseorang manusia itu dilahirkan ke bumi dia menghadapi masalah. Maka itu, dia menangis hingga ditenteramkan oleh sang ibu dalam pelukan erat yang memperlindung. Apabila dia membesar sebagai kanak-kanak dia sering jatuh dan bangun. Walaupun luka, sakit dan geram, dia berusaha lagi untuk berjalan. Akhirnya dia benar-benar boleh berdiri di atas kaki sendiri.

Apakah masalahnya telah selesai? Tidak. Tatkala dia telah pandai berjalan, di situlah bermulanya pelbagai lagi masalah dalam hidupnya. Dia mengorak langkah mahu membina kehidupan, tapi langkah-langkah yang sumbang menyebabkan dia ditimpa petaka. Sehinggalah nafasnya yang terakhir, dia menghadapi masalah untuk menyudahkannya.

Lalu, ‘kehidupan’ selepas itu juga tidak menentu. Jika baik amalannya semasa hidup di dunia, dia bakal menikmati kebaikan di alam sana, jika sebaliknya dia menderita sepanjang masa tanpa penghujung.

Sama ada nikmat atau tidak hidup di dunia, kesudahannya serupa. Yang nikmat jika tidak pandai mensyukuri bakal menjadi petaka di neraka; derita jika tahu menilainya menjadi ibadah lalu bertukar menjadi nikmat di syurga.

Tidak ada manusia yang dilimpahi nikmat sepanjang masa. Ada kalanya menderita juga. Tidak ada manusia yang menderita sepanjang masa. Ada kalanya bahagia juga. Yang membezakan adalah bagaimana seseorang itu melihat apa yang dikatakan derita dan apa yang dikatakan bahagia. Yang membezakan adalah persepsinya serta dari sudut apa dia melihatnya. Yang membezakan adalah pegangan apa yang dianutinya.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Panduan Mengenali Lelaki Baik

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


Lelaki jujur tidak gemar kalau dia dicurigai. Dia juga tidak suka dikatakan sedang menyembunyikan sesuatu. Lelaki jujur biasanya cemerlang dalam pelajaran ataupun pekerjaan. Dia tidak punya masa untuk bermain sembunyi-sembunyi. Dia suka berterus terang dan dia mahu orang mempercayai kata-katanya. Kalau dia dicurigai dia boleh berasa amat kecewa dan boleh bertindak bodoh.


Misalnya, seorang suami yang memang tiada apa-apa skandal di luar, jika isterinya tidak habis-habis melemparkan kata-kata curiga, dia boleh bertindak betul seperti apa yang dikatakan oleh isterinya itu. Aku jujur pun isteri aku kata aku tak jujur. Baiklah aku tak payah jujur. Dikhuatiri kata-kata begini mula terdapat di dalam hatinya. Dia mungkin tidak bertindak songsang pada waktu terdekat, tetapi apabila titik hitam mula terbentuk di hatinya lambat laun, ia mungkin terjadi.

Begitu juga seorang lelaki jujur dalam kategori tunang ataupun teman. Orang jujur memang tidak patut dicurigai. Sebenarnya bukan orang jujur saja, siapa pun tidak suka jika dia dikatakan tidak baik, meskipun dia memang tidak baik. Jadi, cuba bayangkan perasaan seorang yang baik tetapi asyik dicurigai.

Persoalannya bagaimanakah hendak mengenali lelaki baik? Memang sukar namun kita perlu berpegang pada satu-satu prinsip untuk dijadikan panduan. Kita boleh kata tak semestinya begitu dan tak semestinya begini, tapi jika kita terus berkata begitu, kita tidak akan mencapai kesudahan. Kita akan menjadi seorang jurutikai dan tiba-tiba tanpa kita sedar dia sudah pun meninggalkan kita kerana tidak tahan dengan kerenah kita.

Oleh itu, jadikan apa yang akan saya paparkan di bawah ini sebagai panduan saja. Tidak semestinya betul, harus salah. Lelaki itu jujur jika:

1. Dia seorang yang cemerlang dalam usaha yang dilakukannya. Tidak semestinya betul tetapi kita boleh berpegang lelaki yang sibuk membina kecemerlangan diri memang tidak sempat untuk membina cinta-cinta palsu. Mana mungkin seorang yang sibuk menguruskan perniagaan ataupun tekun melakukan kerjanya ataupun seorang pelajar yang sibuk menelaah ada masa untuk mempermainkan wanita.

2. Dia seorang yang kuat pengamalan agamanya. Tidak semestinya betul sebab orang yang kuat beribadah pun tidak terlepas daripada godaan syaitan, malah semakin besar serbannya semakin besar pula syaitannya. Namun, tentulah lebih ramai yang sempurna hasil kuat peribadahan agamanya berbanding yang ambil tidak peduli dengan agamanya.

3. Dia seorang yang amat mengambil berat tentang keluarganya. Seorang lelaki yang baik pasti seorang yang amat disenangi oleh seluruh ahli keluarganya. Tumpuannya pada kerjaya, keluarga dan TUHAN.

Gabungan ketiga-tiga aspek ini menjadikan seseorang lelaki itu sempurna. Dia sudah tentu tidak punya masa untuk menjalin hubungan-hubungan luar biasa sebab kesibukannya bersama kerjaya, keluarga dan TUHAN.

Kerjaya menjadikannya seorang yang sibuk untuk mengejar matlamat, keluarga sandarannya untuk menjadi seorang penyayang dan bertanggungjawab. TUHAN pula menjadi pengharapannya demi kehidupan yang lebih baik dan sempurna serta kekal abadi. Apakah anda fikir seorang lelaki yang mempunyai tiga aspek begini masih patut dicurigai?

Ramai suri rumah akhirnya ditinggalkan kerana terlalu prasangka, menyangka yang bukan-bukan serta merangsang suami dengan tuduhan-tuduhan tidak berasas. Nasihat saya, berilah kepercayaan padu kepada suami anda selagi belum terbukti sesuatu. Selagi ia berlegar dalam pemikiran ia tidak perlu dilayan.

Selamat membina perhubungan intim dan jadilah orang yang ceria serta bahagia sepanjang hidup kita. Saling mempercayai lebih bagus daripada saling mencurigai.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Untuk Dirimu Dan Diriku

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 3 comments


“Sesiapa yg jatuh cinta, kemudian menyembunyikannya hingga kematian datang menjemputnya, maka dia adalah seorang yg syahid” (Riwayat Hakim, Ibn Asakir, al-Dailami dan lain-lain)

Hati manusia sangat suka akan kebaikan. Tidak betah jiwa ini melihat keadaan umat hari ini. Tidak juga hati ini redha dengan keadaan sekeliling. Sudah hilang rasa malu pada umat Nabi Muhammad sehinggakan semuanya tampak manis dan redho pada pandangan mereka.


Andai Rasulullah masih hidup hari ini, pastinya beliau tersangat sedih melihat kita semua. Tepuk dada tanyalah iman masing-masing. Adakah bersms & bergayut phone dengan ‘kekasih hati’ adalah bukti kita mencintai Allah dan rasulNya melebihi cinta kita kepada dunia dan seisinya? Tenteramkah jiwa kita, jika cinta manusia mengisi hati malah mungkin kita tidak menyedari cinta kita pada manusia sudah melebihi cinta pada Allah & Rasulullah. Sedangkan Rasulullah memberi amaran yang tegas tetapi penuh kelembutan kepada kita bahawa kita tidak dikatakan beriman andai mencintai dunia dan seisinya melebihi cinta kepada Allah dan Rasulullah. Naudzubillah, jika kita tidak tergolong dalam golongan orang-orang yang beriman, lalu dimanakah kita pada pandangan Allah?

”..Jika bapa-bapamu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khuatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya…”(At Taubah:24)

Rasulullah bersabda ‘Dosa itu ialah apa yang tergetar dalam diri engkau & engkau benci bahawa di lihat oleh manusia kepadanya’. Cuba renungkan kembali pernahkah sahabat2 merasa gelisah, resah& tidak aman? Terfikirkah kita bahawa kita semakin jauh dari DIA. Mabuk di telan rindu pada si dia yang belum pasti ditakdirkan untuk kita.

Allah amat menyayangimu tetapi perbuatanmu terlalu melampau. Dia jadikan hatimu satu, tetapi kita mengisinya dengan pelbagai kecintaan. Kita lebih cinta pada seruan nafsu dan syaitan, bahkan kita berpaling dari seruanNYA melalui petunjuk RasulNya. Jika begitu, bagaimana kita mahu mencapai kebahagiaan? Kita tidak akan menemui syurga dalam kehidupan di dunia, apatah lagi di akhirat kelak.

Jika kita memeluk apa yg ada di sekeliling kita, kita akan jauh dari cahaya kasih sayangNya. Cinta yang datang di lubuk hati itu fitrah. Namun, apabila disusuli tindak-tanduk yang tidak Allah redhai, ia akan bertukar menjadi fitnah. Allah memahami fitrah ini dengan mensyariatkan perkahwinan. Kalau suka, jumpalah ibu bapa. Sayangnya tiada yang berani, katanya masih lambat lagi, atau tak bersedia. Kalau tak sedia, kenapa nak bercinta? Bukankah itu pintu zina semata-mata? Nauzubillah. Zina banyak cabangnya sahabat-sahabat. Zina mata, mulut, telinga, kaki dan lain-lain. Untuk apa menikmati cinta sebelum perkahwinan? Bimbang selepas perkahwinan cinta yang disuburkan sebelum berkahwin itu menjadi tawar dan hambar, telah banyak bukti-buktinya. Hilang barakah, hilanglah kemanisan. Mahukah sahabat-sahabat, rumah tangga yang bakal di bina tiada serinya, tiada kebahagiaan kerana rasa bahagia itu sudah diamati lama dahulu semasa sibuk bercinta.

Bukan redha ibu bapa atau seisi manusia yang kita cari, tapi hanya redha Ilahi. Keindahan cinta manusia hanya merampas rasa cinta pada DIA YANG LEBIH SEMPURNA. Berfikirlah dengan mata hati, bukan dengan emosi juga nafsu. DIA telah memberikan kita pelbagai nikmat, tetapi kita membalas dengan memberikan cinta kita pada insan yg tidak halal buat kita. Jika merasakan sudah tidak mampu menahan gelora di jiwa, sebaiknya berkahwinlah. Pilihlah jalan yang diredhai Allah bukan jalan yang mengundang murkaNYA. Cinta itu terlalu suci kerana ia merupakan ikatan antara dua hati tapi ia bukan untuk dicemari oleh insan-insan yang hanya didorong oleh syaitan semata-mata. Bercinta untuk berkahwin bukanlah kunci untuk menghalalkan berkapel kerana tiada lansung dalil yang membenarkan cinta sebelum berkahwin.

Wahai para pemuda! Sesiapa yang berkemampuan hendaklah dia berkahwin, kerana ia akan menutup pandangan dan menjaga kehormatan. Sesiapa yang tidak berkemampuan hendaklah dia berpuasa, kerana berpuasa adalah pendindingnya.

(Riwayat Bukhari Dalam Bab Nikah)

Usah gusar sahabat-sahabat andai kau tidak mempunyai pasangan sekarang kerana tiada jaminan andai kita berkapel dengan seseorang kita akan berkahwin dengan orang itu. Jodoh itu semuanya perancangan Ilahi, tiba masanya Allah akan menemukan kita dengan insan itu. Gunakanlah masa yang kita ada untuk memperbaikkan diri agar kita lebih dekat dengan DIA.

Sahabat-sahabat, marilah kita sama-sama menunggu jodoh dari Allah. Jodoh dari Allah: tika Adam dan Hawa berpandangan mata, terus menusuk ke kalbu , Adam terus meminang Hawa dan Hawa menerimanya. Keduanya bernikah, insyaAllah berkekalan hingga ke akhir hayat dan itulah dikatakan ’syurga cinta’. Biarlah perasaan cinta yang lahir hanya kerana Allah. Jagalah cinta itu untuk insan yang lebih berhak. Wallahualam……..

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Panorama Sekolah

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus Wednesday, February 10, 2010 2 comments
Print

Ucap ‘Sayang’ Setiap Hari

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 5 comments


Kehidupan rumah tangga kadangkala diuji pelbagai masalah. Pada awal perkahwinan, ada pasangan yang mengalami kegoyahan, namun kebijaksanaan menangani masalah adalah resipi kejayaan sesebuah mahligai supaya kembali menikmati musim indah yang diimpikan.


Berikut adalah petua yang mungkin dapat membantu pasangan menjadikan rumah tangga berseri.

Banyak membantu suami

Apabila suami mempunyai masalah, usah terlalu meminta-minta kerana ia boleh menyebabkan suami berdukacita. Walaupun bekerja, usah terlalu boros berbelanja dan merancang masa depan bersama suami.

Beritahu anda sayang kepada suami

Ia patut dilakukan setiap hari walaupun selepas usia tua. Usah menganggap diri terlalu tua untuk menyatakan rasa sayang.

Mandi bersama

Ia bukan bertujuan untuk seksual semata-mata tetapi lebih kepada merapatkan kasih sayang. Apabila mandi, jangan berkata suami busuk atau pengotor kerana suami akan tersentuh apabila isteri berkata sedemikian.

Etika di bilik tidur

Apabila tidur, sentiasa menghadap suami. Jika anda mahu membelakangkannya, minta izin atau anda berpusing sambil menyentuhnya. Cuba tidur berbantalkan bahu suami, pasti ada hikmah dan nikmatnya.

Sambut kepulangan suami

Sentiasa bergembira dan tersenyum apabila menanti suami pulang dan menghantar pemergiannya dengan hati yang sedih. Jangan lupa mencium tangan apabila menghantar dan menyambutnya pulang.

Sentuh suami

Apabila mempunyai kesempatan belai suami atau curi-curi menciumnya ketika tidak dilihat orang lain. Anda boleh memegang tangan atau bahunya apabila berjalan-jalan.

Tidurkan anak lebih awal

Selepas berbuat demikian, amalkan masuk tidur bersama suami kerana itu saat manis dalam kehidupan berumah tangga.

Sentiasa berterima kasih

Apabila meminta bantuan suami dan pertolongan diberikan tidak sempurna, jangan berleter atau marah kerana ia boleh menyebabkan si dia jauh hati atau merajuk.

Jaga anak

Elak memarahi anak sebaliknya gunakan strategi memujuk. Jika anda selalu memarahi anak di hadapan suami, ini mungkin menyebabkan suami kurang senang.

Simpan rahsia suami

Elakkan bercerita mengenai suami kepada orang lain terutama perkara yang bersifat peribadi. Jika perlu, ceritakan perkara yang baik kerana itulah tanda anda mengasihi suami.

Layan kehendak seksual suami

Jika suami berhajat untuk bersama anda, layan dia dengan baik walaupun anda mungkin sibuk atau letih. Banyak kes perceraian atau poligami disebabkan isteri tidak mahu faham keperluan suami dalam perkara seks.

Kurang layanan dan banyak alasan untuk mengelak bersama menyebabkan suami mudah bosan dan merajuk.

Tunjuk sifat prihatin

Jika suami sakit, tunjukkan kesungguhan anda untuk merawatnya dan membangkitkan semula semangatnya dengan harapan dia cepat sembuh.

Dia akan sentiasa ingatkan anda kerana suami tahu anda bukan saja sayangkannya ketika sihat tetapi sanggup bersama dalam sebarang keadaan.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

11 Jenis Manusia Didoa Malaikat

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman. Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan. Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian mencabar. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan.


Ketika kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat. Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

“Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci.”


2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

“Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.’”


3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.


Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

“Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan.”


4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah:

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

“Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf.”


5. Kalangan malaikat mengucapkan ‘amin’ ketika seorang imam selesai membaca Al-Fatihah.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

“Jika seorang imam membaca…(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu ‘aamiin’ kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu.”


6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

“Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat.”


7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

“Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. “Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: “Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?” Mereka menjawab: ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.’ “

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

“Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata ‘aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’”


9. Orang yang membelanjakan harta (infak).

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

“Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak…’”


10. Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

“Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur.”


11. Orang yang sedang melawat orang sakit.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh.”

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Bagaimana Mengatasi Kekecewaan?

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


Fahami punca masalah

Fahami betul-betul sebab-sebab yang menyebabkan anda menjadi kecewa. Selagi anda tidak benar-benar pasti punca yang menyebabkan anda kecewa, pastilah sukar untuk anda mencari jalan keluar dari kekecewaan tersebut. Adalah lebih mudah untuk mengatasi sesuatu perkara yang kita sendiri faham. Oleh itu setelah betul-betul memahami punca puncanya, maka mudahlah kita untuk cuba mencari jalan keluar daripada masalah itu.


Fahami perasaan anda

Perasaan kecewa yang kita alami adalah umpama mimpi. Kadangkala ianya kurang berasas dan tidak bertapak. Oleh itu kenali benar-benar perasaan kita yang sebenarnya itu. Cuba hayati tekanan yang kita hadapi itu. Apabila kita mengetahui sifat sebenar perasaan kecewa kita itu, maka barulah mudah untuk kita cuba melakukan sesuatu untuk mengatasinya.

Ikhlas dengan perasaan sendiri

Jangan cuba menipu perasaan sendiri. Ini kerana kadangkala kita berasa kecewa bukan pada tempatnya. Misalnya, seseorang itu mungkin berasa kecewa kerana rakannya lebih berjaya dalam peperiksaan. Tapi sebenarnya dia kecewa kerana rakannya itu juga adalah lebih cantik darinya. Malah kekecewaan kerana kurang cantik itu jauh lebih mengatasi kekecewaan kerana prestasi yang kurang baik dalam peperiksaan. Dalam hal ini, kita sengaja menokok-tambah beban-beban kekecewaan itu. Oleh itu cuba ikhlas dengan perasaan sendiri. Cuba fokuskan punca sebenar kekecewaan. Apabila kita teliti dengan hati yang tenang, mungkin kita akan berasa bahawa punca sebenar kekecewaan itu adalah tidak berasas.

Fahami punca-punca kekecewaan

Cuba cari punca asas kita berasa kecewa dan cuba fahami benar-benar keadaan sebenar punca-punca itu. Tanya persoalan berikut: adakah punca-punca itu tidak akan dapat diatasi? akan sentiasa berulang? akan berulang jika tidak melakukan sesuatu? salah diri sendiri? dianiaya? tidak akan berlaku lagi? Bolehkah berlaku lagi atau dielakkan terus?

Setelah memahami punca sebenar kekecewaan, dan sifat-sifat perkara yang menyebabkan kita kecewa itu, cuba fikirkan sama ada kekecewaan itu boleh disekat daripada berlaku lagi atau tidak? Sekiranya kita dapat membuat kesimpulan bahawa kekecewaan itu mungkin boleh dihindari pada masa-masa akan datang, maka ini bermakna kita sentiasa masih mempunyai harapan.

Apakah cara untuk mengatasi kekecewaan?

Ini adalah antara ubat kekecewaan. Apabila kita rasa kita sudah mahu bertindak untuk mengatasi kekecewaan, kita sebenarnya telah berjaya, iaitu berjaya dalam perjuangan untuk menguasai diri kita. Sebaliknya juga, apabila kita gagal memulakan langkah-langkah ke arah mengubati hati luka itu, selagi itulah kita dianggap masih gagal. Lantaran itu cuba atasi kekecewaan tersebut. Antaranya adalah:

* Menumpukan perhatian kepada aktiviti lain yang lebih berfaedah.

* Melupakan kekecewaan tersebut dan menanam tekad baruuntuk tidak kecewa lagi.

* Meluahkan perasaan kepada orang yang kita percayai

* Minta nasihat orang lain

* Cuba minta nasihat daripada orang lain yang kita hormati atau segani.

* Jangan minta nasihat dari orang yang kita benci atau orang yang selalu sakitkan hati kita. Dalamk kata lain, jangan tambah penyakit. Tidak kiranya apa nasihatnya, namun biasanya kesediaan orang lain itu memberi nasihat pun sudah cukup untuk melegakan perasaan kita.

* Jangan manjakan perasaan

* Jangan terlalu dibawa oleh perasaan. Perasaan kita kalau dilayan sangat memang semakin menjadi. Oleh itu janganlah dilayani perasaan kekecewaan itu sepanjang masa. Cuba keluar dari alam kekecewaan itu.

* Cuba lakukan aktiviti lain yang dapat mengalihkan pemikiran anda dari masalah yang menimbulkan rasa kecewa itu. Bercampurlah dengan rakan-rakan yang lain dalam aktiviti luaran. Secara beransur-ansur, kita akan dapat itu. Walaupun kita akan memikirkannya semula setelah balik ke rumah, namun melupakan perasaan kecewa tahap kekecewaan itu pasti akan berkurangan.

* Luahkan perasaan, jangan disimpan. Perasaan kecewa samalah seperti tekanan perasaan. Perasaan ini perlu tekanan yang disimpan dalam diri akan membentuk toksin. Oleh itu perasaan tersebut perlulah diluahkan. Lain orang menggunakan cara yang tersendiri untuk meluahkan perasaan. Ada yang menghempuk meja. Ada yang menangis. Ada yang menjerit kuat-kuat. Ada yang mencoretkan rasa hatinya dalam diari kesayangannya. Walau apa pun yang dilakukan, perasaan tekanan itu akan sedikit berkurangan setelah diluahkan. Namun cara yang terbaik untuk meluahkan perasaan adalah dengan menceritakannya kepada orang yang dapat memahaminya dan dapat pula memberi kita jalan keluar kepada masalah tersebut. Orang yang dimaksudkan ini termasuklah cikgu, kaunselor, emak. kakak atau rakan-rakan yang kita rasa cukup dewasa dan cukup memahami kita.

* Biar pemikiran beransur-ansur mengatasi perasaan. Cuba menenangkan perasaan sehingga perasaan yang diatasi oleh pemikiran. Apabila pemikiran (otak) mula mengatasi perasaan (hati) maka mudahlah untuk kita mula melihat jalan yang lebih lurus dan bertapak di bumi nyata. Malah kalau anda beruntung, anda tidak perlu mencari jalan untuk mengatasinya lagi kerana pemikiran rasional anda telah menguasai diri kita mula mengatasi rasa kecewa itu.


Tiada jalan pendek atasi kekecewaan. Ingatlah bahawa tiada jalan pintas untuk berjaya. Malah kejayaan yang manis itu perlu mengharungi pelbagai ranjau. Oleh itu anda perlu faham bahawa jalan-jalan yang anda akan lalui untuk mengelakkan daripada berlaku lagi kekecewaan itu memerlukan masa yang cukup untuk dilaksanakan. Adakalanya langkah-langkah tersebut adalah berperingkat-peringkat dan hanya akan membuahkan hasil dalam jangka panjang juga. Misalnya, pokok yang ditanam tidak akan berbuah esok pagi! Sekiranya ini difahami, maka dapatlah kita menghindari kekecewaan berganda iaitu kecewa kerana langkah-langkah yang dijalankan kurang memberi hasil.

Banyak bersabar. Ingat pepatah Melayu Ikut rasa, binasa. Ikut hati, mati. Ikut nafsu, lesu. Ikut perasaan? Boleh pengsan! Oleh itu apabila kita telah tenang, ikutlah akal supaya kita jadi cekal. Bertawakal bermakna menyerahkan segala nasib kepada Allah setelah kita melakukan apa yang terdaya. Nabi Muhammad s’a.w memberi contoh supaya menambat unta dan selepas itu bertawakal. Ini bermakna jika unta itu tidak diikat, bertawakal pun tak guna. Dalam kes untuk menghindari kekecewaan ini, kita pasrah kepada nasib hanya setelah kita melakukan segala usaha yang kita rasa mencukupi. Apabila kita yakin dengan tawakal kita itu, maka kita tidak akan kecewa lagi apabila mengalami kegagalan. Ini kerana kita yakin bahawa semuanya itu adalah ketentuan Allah dan adalah hikmahnya.

Tanam keyakinan diri. Kekecewaan sering timbul dan berlarutan apabila kira kurang mempunyai keyakinan diri. Apabila kita kalah misalnya, kurang keyakinan diri menyebabkan kita rasa yang kita akan sentiasa kalah lagi. Ini menyebabkan kekecewaan kita sentiasa meningkat walaupun puncanya adalah satu sebab.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Wanita itu Rumput Semalu

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 2 comments


Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua di bawah sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu, kakinya berdarah lalu mengadu kesakitan. Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya pohon semalu itu berada di situ dengan nada yang sedikit marah.

Rasulullah dengan tenang berkata kepada puteri kesayangannya itu bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat dengan wanita. Fatimah terkejut. Rasulullah menyambung kata-katanya lagi. Para wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada pohon semalu ini dari 4 aspek.


Pertama, pohon semalu akan kuncup apabila disentuh. Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu (pada tempatnya).

Kedua, semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya. Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan maruah sebagai seorang wanita muslim.


Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.


Dan akhir sekali, semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu apabila waktu semakin senja.
Ambillah pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon tumbuhan yang kecil.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

5 Tips Dalam Berpasangan

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


1. Saling Mempercayai
Setiap pasangan kekasih mestilah mempunyai sikap ini. Anda mestilah mempercayai kekasih anda dari setiap aspek. Samada dari segi percakapan, pemikiran mahupun perbuatan yang dilakukan oleh kekasih anda.


Memang sukar untuk memberikan kepercayaan sekiranya anda pernah dikecewakan. Tetapi apa salahnya sekiranya anda memberikan si Dia kepercayaan anda. Ianya tidak salah bukan?

2. Saling Memahami
Fahami diri kekasih anda. Sekiranya anda mengajak si Dia keluar, makan bersama atau pergi menonton wayang dan sebagainya, dan si Dia menjawab “tak nak”, “tak mahu”, biarkanlah si Dia. Maksud biarkan itu adalah, jangan dipaksa-paksa dan fahami kenapa si Dia menjawab demikian. Adakah si Dia sedang sibuk dengan urusan lain? Atau si Dia ada masalah lain? Cuba fahami dirinya.

3. Bertolak Ansur
Setiap lautan, akan ada pasang surut airnya. Begitulah juga dalam berpasangan. Tidak dinamakan berpasangan sekiranya tiada sedikit salah faham atau pertelingkahan. Di sini, anda haruslah bertolak ansur dan menurunkan sedikit ego anda. Jangan mengharapkan si Dia bertolak ansur dulu, tapi, andalah yang perlu mulakan. Jangan biarkan pertelingkahan itu berlanjutan kerana ia ibarat seperti kanser. Semakin dibiarkan, semakin parah jadinya.

4. Kejujuran
Anda, ketika berpasangan hendaklah jujur. Jujur bukan hanya ketika dengan pasangan anda, tetapi juga pada semua masyarakat. Tidak kisah sama ada ibu bapa anda, adik-beradik, rakan-rakan dan sebagainya.

Jujur dalam berpasangan adalah anda tidak berkata dusta, tidak bohong, tidak menipu dan tidak mengkhianati pasangan anda itu. Mungkin ada dikalangan anda berkata, ‘Kenapa aku nak jujur pulak pada dia? Lantak aku lah.” Anda mesti ingat, pada mula anda berpasangan, anda sayang pada si Dia, anda minat pada si Dia, anda suka pada si Dia. Sekiranya anda tidak jujur, adakah segala sayang, suka dan minat itu semuanya dusta belaka?

5. Kesetiaan
Apabila anda berpasangan, kesetiaan merupakan faktor yang anda perlu jaga. Janganlah anda mencari pengganti bagi si Dia ketika anda berpasangan. Ini kerana, si Dia telah memberikan kepercayaan pada anda dan sekiranya anda menduakan si Dia, anda telah memusnahkan harapan dan impian seseorang yang anda pernah kata-katakan ucapan cinta.

Cuba anda letakkan diri anda dalam situasi “ditinggalkan”. Adakah anda akan berasa sedih? Kecewa? Hampa? Sudah semestinya anda akan katakan Ya. Oleh itu, fikirkan perasaan si Dia dan setialah dengan pasangan anda.

Diharapkan dengan tips-tips ini, anda dapat mewujudkan sebuah hubungan yang bahagia dan kekal selama-lamanya.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Solat Istikharah untuk Mencari Jodoh???

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus Tuesday, February 9, 2010 7 comments


Didalam kehidupan kita banyak yang kita ragu-ragu untuk memutuskan sesuatu perkara tidak kiralah dari benda yang kecil sehingga yang besar. Seseorang yang menghadapi sesuatu soal yang bersifat mudah, sedang ia sendiri masih ragu-ragu mana sebaiknya dilakukan, maka disunatkan mengerjakan solat yang bukan termasuk wajib. Solat itu boleh saja di waktu mengerjakan sunat Rawatib atau Tahiyatul-masjid dan boleh pula di waktu malam atau pun siang, sedang bacaan sehabis Al-Fatihah dapat dipilih sekehendaknya. Solat ini adalah sebaiknya juga dilakukan sebagai amalan sunat seharian kita.


Istikharah sebenarnya berasal daripada perkataan Arab yang bermaksud meminta pilihan yang baik. Biasanya solat istikharah dilakukan apabila seseorang itu ingin melakukan sesuatu perkara tetapi dia tidak pasti apakah perbuatan atau tindakannya itu membawa kebaikan ataupun tidak kepada dirinya.

Maka untuk itu, dituntut baginya supaya melakukan solat sunat istikharah. Pelaksanaannya sama dengan solat-solat sunat yang lain. Dalam sebuah hadis daripada Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah s.a.w. pernah mengajar kami cara untuk meminta petunjuk Allah Taala dalam beberapa urusan yang penting.

Baginda bersabda, Apabila salah seorang di antara kamu menghendaki pekerjaan, maka hendaklah ia solat dua rakaat, kemudian ia berdoa:

Ya Allah, sesungguhnya aku minta petunjuk yang baik dengan pengetahuan-Mu, dan aku minta diberi kekuatan dengan kekuatan-Mu. Aku minta kemurahan-Mu yang luas, kerana sesungguhnya Engkau yang Maha Kuasa sedang aku tiada berkuasa. Engkau mengetahui sedang aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui yang ghaib.

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah Taala dalam keadaan lemah. Kelemahan yang ada pada manusia itu menyebabkan apa jua rancangan dan tindakan yang kita lakukan kadang-kadang sudah diyakini baiknya, tetapi belum tentu baik bagi Allah Taala. Begitu juga apa yang kita rancang dan kita lakukan sudah diyakini kesan buruknya, tetapi belum tentu buruk menurut penilaian Allah. Dalam hal ini kita harus mengakui bahawa daya fikir dan akal manusia sangat terbatas. Untuk itu kita dianjurkan beristikharah.

Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud:

Kamu diwajibkan berperang, sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi (pula) kamu suka kepada sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah jualah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuinya. (Al-Baqarah: 216)

Sebenarnya amal ibadah yang mengandungi unsur-unsur tilikan dan bergantung kepada mimpi semata-mata bukanlah daripada ajaran Islam. Malah Nabi s.a.w. tidak pernah mengajar umatnya agar mencerap petunjuk Allah menerusi mimpi. Fenomena menilik nasib atau jodoh melalui mimpi di kalangan masyarakat kita, lebih-lebih lagi bagi sesetengah wanita perlu diperbetulkan semula. Amalan ini dikhuatiri boleh menyebabkan berlakunya dosa syirik kepada Allah s.w.t.

Hal ini kerana manusia bukanlah tuhan yang boleh meramal apa yang berlaku. Perbuatan meramal atau menilik mimpi adalah amalan dan budaya jahiliah yang sangat ditegah oleh Islam. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:

Wahai orang yang beriman, bahawa sesungguhnya arak dan judi dan pemujaan berhala dan mengundi nasib adalah semata-mata amalan kotor daripada perbuatan syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya. (Al-Maidah: 90)

Perlu dijelaskan di sini bahawa tidak semua mimpi manusia itu benar. Mimpi manusia biasa pada kebiasaannya adalah mainan tidur yang berpunca daripada pengaruh iblis dan syaitan yang datang mengganggu.

Kita tidak boleh menyamakan antara mimpi manusia biasa dengan mimpi para nabi dan rasul-rasul. Mimpi bagi nabi dan para rasul adalah wahyu dari Allah Taala. Kisah Nabi Ibrahim a.s. sebagai contoh, telah diperintah oleh Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail a.s. yang datang melalui mimpi baginda. Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud:

Maka apabila anak itu sampai (kepada peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi, bahawa aku akan menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu? Anaknya menjawab: Wahai bapaku, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya-Allah ayah akan mendapatiku daripada orang-orang yang sabar. (Al-Soffat: 102)

Kesimpulannya mimpi kita itu tidak mengandungi kebenaran mutlak. Kemungkinan kebenaran yang terlihat itu lebih berdasarkan kepada kebetulan sahaja atau unsur-unsur daripada mainan syaitan yang bertujuan untuk menyesatkan manusia. Itulah sebabnya, jangan menyandarkan segala keputusan kepada mimpi. Sebaliknya berfikirlah dengan lebih rasional.

Dalam kes di atas, seandainya pertimbangan akal diletakkan pada tempat yang sewajarnya, maka memadai dengan sedikit soal selidik dan mengkaji latar belakangnya sudah dapat menentukan ciri-ciri pasangan yang menepati kehendak Islam. Maka ketika itu, dia tidak perlu lagi beristikharah dan terus menerus menunggu mimpi. Atau sekiranya beliau berada dalam situasi antara dua pilihan, yang satu berakhlak mulia sedang yang kedua kurang baik agama dan akhlaknya, maka pilihannya ketika itu sewajarnya kepada yang pertama. Kaedah pertimbangan dan penilaian seperti itu tidak perlu melalui solat sunat istikharah.

Mimpi itu bukanlah satu-satunya jalan yang memimpin manusia kepada petunjuk Allah s.w.t. Kadang-kadang petunjuk Allah Taala datang melalui buah-buah iman yang masuk menyerap ke dalam hati sehingga menerbitkan keyakinan dan rasa hati yang kuat melalui keyakinan untuk memilih salah satu di antara beberapa pilihan.

Jika kita mempunyai kecenderungan untuk memilih salah satunya, maka itu merupakan isyarat kuat daripada Allah. Pilihlah dulu terimalah seadanya, kemudian solatlah istikharah dan ketika itu pohonlah kepada Allah Taala moga pilihan kita tersebut tepat dan terbaik yang boleh membawa kebaikan dunia dan akhirat. Hal ini diperjelaskan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dalam sebuah doa yang bermaksud:

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahawa pekerjaan ini, baik bagi agama dan kehidupanku dan hari kemudianku, maka berikanlah ia kepadaku, dan mudahkanlah ia bagiku, dan berkatilah ia kepadaku. Jika Engkau mengetahui bahawa pekerjaan ini buruk bagiku, buruk bagi agamaku, penghidupanku dan hari kemudianku, maka jauhkanlah aku daripadanya, dan berikanlah bagiku kebaikan di mana pun juga adanya, kemudian jadikanlah aku orang yang redha dengan pemberian itu. – (Riwayat Bukhari)

Niat Solat Istikharah :



Sengaja aku mengerjakan sembahyang istikharah dua rakaat kerana Allah Ta’ala


Doa Solat Istikharah :



“Ya Allah, saya memohonkan pilihan menurut pengetahuanMu dan memohonkan penetapan dengan kesuasaanMu juga saya memohonkan kurniaMu yang besar, sebab sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan saya tidak mengetahui apa-apa. Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jikalau di dalam ilmuMu bahawa urusan saya ini……..baik untukku dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusanku, maka takdirkanlah untukku dan mudahkanlah serta berikanlah berkah kepadaku di dalamnya. Sebaliknya jikala di dalam ilmumu bahawa urusan ini buruk untukku, dalam agamaku, kehidupan serta akibat urusanku, maka jauhkanlah hal itu daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya serta takdirkanlah untukku yang baik-baik saja dimana saja adanya, kemudian puaskanlah hatiku dengan takdirMu itu.”

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Asal Wanita Dari Rusuk Lelaki?

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


Dalam sebuah hadis sohih yang direkodkan oleh Bukhari dan Muslim, nabi berkata,

“Aku berwasiat kepada kamu supaya menhaga wanita dengan sebaik-baiknya kerana mereka dijadikan daripada tulang rusuk dan sebengkok-bengkok tulang rusuk adalah yang di bahagian teratas. Sekiranya kamu cuba meluruskannya, kamu akan mematahkannya dan sekiranya kamu biarkan sahaja dia akan terus bengkok selama-lamanya. Justeru, berpesan-pesanlah tentang wanita (dengan kebaikan).”


Adakah ayat ini bermaksud kaum wanita secara umumnya dijadikan Allah daripada tulang rusuk kamu lelaki? Sebenarnya, di dalam al Quran Allah menyatakan dengan jelas manusia sebenarnya berasal daripada nutfah iaitu air mani yang sedikit bercampur dengan benih wanita kecuali Nabi Adam yang berasal daripada tanah. Berhubung dengan ini dalam surah al Haj ayat 5, Allah menjelaskan,

“Wahai manusia, apabila kamu meragui hari kebangkitan, (maka ingatlah) kami menciptamu daripada tanah, kemudian daripada nutfah.”

Oleh kerana kenyataan Quran berhubung kejadian manusia begitu jelas sekali, hadis tidak dapat mencanggahinya. Justeru hadis ini, yang menyatakan wanita berasal daripada tulang rusuk lelaki, tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk yang mencanggahi Quran. Sebenarnya, fokus hadis ini bukannya berkenaan asal usul kejadian wanita sebaliknya berkenaan kepentingan menghormati dan menjaga wanita dengan baik. Justeru, di dalam kitab Riadus Salihin, Imam Nawawi meletakkan hadis ini dalam bab ‘Wasiat Untuk Menjaga Kaum Wanita Dengan Baik’.

Di dalam kitab Dilalul Falihin, diriwayatkan bahawa Imam Qurtubi berkata, “Wanita dicipta dalam batas dan keadaan seperti tulang rusuk,” dan bukan dicipta daripada tulang rusuk. Dalam bentuk kiasan ia bermaksud, tulang rusuk dalam keadaan bengkok adalah berbeza daripada kaum lelaki. Perbezaan ini mempunyai kepentingannya justeru tulang rusuktidak boleh dicaci kerana keadaan seperti itu kerana tanpanya manusia menghadapi masalah. Begitu juga dengan kaum wanita, tanpanya kehidupan tidak sempurna. Kaum wanita adalah cantik dalam keadaan semula jadinya walaupun dalam aspek-aspek tertentu mereka berbeza daripada kaum lelaki. Pihak lelaki perlu menerima wanita dengan sifat semula jadinya dan tidak boleh bersikap keras kepada mereka. Mereka disuruh menghormati wanita dan bekerjasama dengannya bagi mencapai matlamat yang Allah tetapkan. Wanita ada peranannya dan kadangkala peranan itu berbeza daripada kaum lelaki. Perbezaan peranan tidak melambangkan kehinaan.

Berbalik kepada isu yang berkaitan dengan kejadian kaum wanita daripada tulang rusuk lelaki, sebahagian ulama berpendapat hadis ini membicarakan berkenaan kejadian Hawa secara khusus. Mengikut pandangan mereka, Hawa berasal daripada tulang rusuk Nabi Adam. Antara ulama yang berpegang dengan pendapat ini adalah sahabat Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Mas’ud, Imam Mujahid, Ibn al Munzir, Ibn Humaid dan ramai lagi. Namun, apabila Quran dirujuk berhubung perkara ini, tidak kita menemui sebarang dalil yang menyokong pandangan ini. Sebagai contoh, berhubung dengan penciptaan Hawa, dalam surah an Nisa’ ayat 1 Allah menjelaskan yang bermaksud, “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang menciptakan kamu daripada diri yang satu (Adam) dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa) dan daripada kedua-duanya Allah mengembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak”. Dalam ayat ini dan yang seumpamanya kejadian Hawa tidak langsung dikaitkan dengan tulang rusuk Nabi Adam.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Cinta Hakiki

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


Asas persahabatan ialah setia dalam bercinta antara satu dengan yang lain dan tulus ikhlas dalam berkasih sayang, dan selagi ia dihalakan kepada Allah dan kerana Allah, maka pahalanya adalah amat besar.

Allah telah berfirman dalam satu hadis Qudsi yang bermaksud: Pasti mendapat kecintaanKu bagi dua orang yang sayang menyayangi keranaKu, dua orang yang duduk bersama-sama keranaKu, dua orang kunjung mengunjungi keranaKu, dan dua orang yang tolong menolong keranaKu.


FirmanNya lagi dalam hadis Qudsi yang lain bermaksud: Mana dia orang yang bercinta kerana keagunganKu? Hari inilah Aku akan menaungi mereka di bawah nauganKu, iaitu hari yang tiada naungan selain dari naunganKu.
Rasulullah bersabda yang maksudnya: Sesiapa yang ingin merasakan kemanisan iman, hendaklah ia mencintai seseorang, tiada mencintainya melainkan kerana Allah.

Apabila seseorang mencintai orang lain, bersahabat dan membiasakan diri dengannya, kerana dilihatnya orang itu mencintai Allah dan taat setia kepada perintah Allah, maka hal demikian itulah yang dikatakan bercinta kerana Allah
Ataupun jika ia mencintai seseorang itu dan bersahabat dengannya kerana orang itu membantunya di dalam selok-belok agama, dan mengarahkannya untuk taat setia terhadap Tuhannya, maka hal sedemikian itu juga dikira bercinta kerana Allah. Ataupun jika ia mencinta seseorang itu kerana membantunya dalam urusan keduniaan yang mana dengannya pula ia bisa mengurus urusan akhiratnya, maka itu juga termasuk dalam bercinta kerana Allah.

Ataupun jika ia mencintai seseorang itu dan bersahabat dengannya kerana dirinya merasa senang berkawan dengan orang itu dan dadanya merasa lapang bila duduk bersama-sama dengannya ataupun barangkali orang itu dapat menolongnya di dalam urusan dunianya, dan dalam hal ehwal kehidupannya yang menerusinya ia dapat hidup senang lenang, maka cinta serupa itu adalah cinta tabii, cinta biasa yang tiada kena mengena dengan Allah.


Persahabatan itu timbul kerana kecenderungan diri semata-mata dan meskipun demikian ia tetap harus hukumnya, tidak sunyi dari kebaikan mudah-mudahan.
Allah Taala telah berfirman yang bermaksud: Sahabat-sahabat pada hari itu, satu sama lain akan bermusuhan kecuali orang yang bertaqwa. ( az-Zukhruf:67) .

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

5 Cara Hendak Pulihkan Hubungan

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


Perhubungan secara umum adalah rumit. Perkahwinan dan percintaan adalah lebih rumit daripada biasa. Alasan untuk ini adalah jelas. Perkahwinan merupakan satu perkara yang kita mahu buat dengan sempurna. Kita mencari seseorang yang kita boleh hidup dengan untuk ''selama-lamanya''. Namun demikian, statistik menunjukkan bahawa kadar penceraian dalam masyarakat kita adalah 50% pada hari ini.


Oleh itu, setengah daripada orang yang berkahwin sebenarnya akan berakhir dengan penceraian. Sedikit perfahaman, perhatian dan sayang diperlukan untuk membolehkan Perhubungan ini diteruskan. Seseorang perlu mengambil langkah pertama untuk memulihbaikkan perhubungan ini. Walaubagaimanapun, kebanyakan masa kita tidak tahu apa yang patut dibuat, di mana untuk bermula, bagaimana untuk membuatnya...... Jangan berputus asa kerana terdapat 5 cara untuk membuat pasangan anda berasa dirinya istimewa dan diperlukan untuk memulihbaikkan perhubungan tersebut.

1. Permulaan Baru: Semua perhubungan nampaknya ''sempurna'' apabila baru bermula dan semua pasangan berasa bahawa ''pasangan mereka dicipta untuk dirinya''. Lagipun, pada mulanya, kita berasa lebih positif dan tidak menghiraukan atau menepikan tabiat buruk pasangan kita. Kita sangat sayangkan antara satu sama lain sehingga kita merasa perkara ini adalah kecil dan tidak penting. Tetapi semakin lama kita bersama, pergaduhan akan berlaku. Bilangan kali ''aku cintakanmu'' yang diluahkan akan menjadi semakin kurang. Kesyukuran dan kepujian akan menjadi rungutan dan pertengkaran; kebanyakan ini adalah kerana perkara yang tidak penting. Peringkat ini adalah amatlah penting. Pasangan perlu mengaku perhubungan mereka ada masalah. Apabila ini berlaku (bahagian yang paling susah), mereka boleh duduk dan bekerja untuk memulihbaikkan perhubungan ini. Kedua-dua pasangan bertanggungjawab untuk berbuat demikian. Ia memerlukan usaha dan persefahaman antara dua pihak.

2. Bersama-sama: Menghabiskan masa bersama-sama merupakan bahagian yang penting dalam kejayaan sesuatu perhubungan. Kita semua menjadi semakin sibuk dengan kerjaya kita, proses memajukan diri kita dan proses mengejar kemewahan sehingga kita terlupa tentang pasangan kita. Semua pasangan mesti menghabiskan masa yang cukup bersama-sama dengan membuat apa-apa yang mereka suka. Mereka boleh hanya berjalan-jalan di pantai atau menghabiskan masa yang senyap di pantai atau pergi berlayar hingga ke Bahamas. Matlamat yang penting ialah berseronok dan berehat bersama-sama.

3. Keajaiban Bersentuh: Semua doktor, doktor sakit jiwa dan pakar terapi di seluruh dunia bersetuju bahawa pelukan yang ketat, ciuman pada muka, berpegang tangan, urutan di belakang memainkan peranan yang penting dalam membina perhubungan yang mesra antara pasangan.

4. Kejutan: Siapakah yang sukakan kejutan? Kita tidak boleh memandang rendah terhadap kepentingan memberikan kejutan dari semasa ke semasa. Ini mungkin dalam bentuk hadiah, tiket ke pertunjukan yang disukai atau apa-apa sahaja yang disukai oleh pasangan anda. Tetapi kita mesti pastikan ini memang tidak diketahui oleh pasangan supaya elemen kejutan ini tidak lenyap. Kalau kejutan ini hilang, semua usaha akan menjadi kosong.

5. Komunikasi: Kita mesti memastikan kita sentiasa berkomunikasi apabila kita cuba untuk membuat perhubungan kita berjaya. Pasangan bermasalah selalu menghadapi kesukaran untuk berkomunikasi. Mereka lebih suka untuk berhenti bercakap daripada bertengkar. Walaupun demikian, sekiranya anda ingin memartabatkan perhubungan anda, lebih baik anda dan pasangan anda berkomunikasi. Hanya apabila andandengar, anda dan pasangan anda akan lebih memahami di antara satu sama lain.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Eye Test

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus Monday, February 8, 2010 3 comments



Jom uji tahap kehebatan mata kita..cuba baca ni..kalu boleh..pahtu tulis jawapannya kat komen..hehhehe



Note: Cuba ditarik matanya kanan dan kiri, tahan ….beberapa saat, …pasti boleh baca …, kalau ada huruf2
yang tidak boleh baca .... tarik la kuat2 lagi..jgn sapa tercabut matanya udah lee..hahaha

Selamat Mencoba….

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Mengapa Cinta Menjadi Tragedi

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 5 comments


Cinta adalah suatu janji atau hutang bagi orang yang telah menjanjikan keindahan cinta kepada kekasih yang dicintai jadi janganlah kau berjanji atas nama cinta jika belum tentu kau akan melunasinya kerana itu suatu hutang cinta untukmu..

Cinta itu adalah kata hati jika ianya ada peranan dalam hidup. Cinta itu selalu indah untuk dilihat dirasa dan dilaksanakan. Untuk itu jagalah cinta agar tetap ada dan harum selalu.

Cinta perempuan itu diibaratkan seperti layang layang bila dikejar ia lari bila ditunggu ia menanti. Manakala cinta lelaki pula adalah seperti cermin walaupun ia tidak berbohong namun sukar untuk dipercayai.Sedangkan cinta itu sendiri adalah seperti sang rembulan yang menerangi kegelapan malam yang gelita tetapi sampai hati membiarkan pungguk merinduinya.


Andai kita menyinta jangan dipuja cinta itu seperti bunga kerana bunga akan layu bila akhir musimnya. Biarlah cinta itu seperti sungai yang mengalir kerana ianya akan mengalir buat selamanya.


Cinta seringkali akan lari bila kita mencari tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri. Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.


Dalam kitaran cinta ada yang berjaya hingga ke jinjang pelamin.Tidak kurang juga ada yang gagal.Dalam hal ini kita perlu menilai semula diri sendiri. Cinta tidak akan datang sekiranya kita gagal mencintai Allah SWT.


Cinta itu takkan datang kalau tak dicari dan takkan dapat kalau tak memberi seandainya kita diberi peluang untuk menyintai seseorang lakukanlah dengan sesungguhnya dan sepenuh hati..


Hargai bila berdua sayangi bila bersama maafkan bila terluka rindui bila berjauhan fahami bila keliru nasihati bila terleka ingati bila sunyi..inilah perasaan…


Cinta tidak mungkin menemukan kebahagiaan jika hanya seorang sahaja kekasih yang setia dan seorang lagi curang..Andai dikau jodohku yang tertulis di loh mahfuz..Allah pasti akan mencampakkan rasa kasih sayang dalam hatiku jua hatimu…

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

4 Orang Yang Dirindukan Syurga

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments



Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna, sia- sia dan dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga ?….


Rasulullah SAW, mengatakan :” Syurga merindukan empat orang:

Pertama, orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Nampaknya wajar jikalau syurga merindukan ahli qur’an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan dan selalu di ingat oleh-Nya.

Kedua, penjaga lidah.
Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya, subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah, dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo’a.

Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan.
Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih (Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.

Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan.
Di bulan yang mulia yang penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro’at dan kholwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.
Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita…Amien

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Sebab Suami Jadi Pendiam

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


Seorang wanita mengadu kepada seorang kaunselor mengenai sikap suaminya yang menjadi pendiam dan sukar diajak berbual selepas berkahwin. Peliknya, ketika bercinta dahulu, rancak pula si suami bercakap dan pelbagai topik dibangkitkan hinggakan kadangkala si isteri tidak berpeluang bercakap.


“Apa sudah jadi dengan suami saya,” kata wanita itu sambil menunjukkan gambar suaminya kepada kaunselor berkenaan.

Kata wanita itu, suaminya seorang lelaki yang baik, malah dia tidak pernah mengabaikan keperluan rumah tangga termasuk anak-anak, cuma yang merunsingkannya ialah dia (suami) terlalu pendiam dan lebih banyak membuat hal sendiri seperti membasuh kereta, menanam bunga atau memelihara ikan.

Perkara ini bukan hanya dialami wanita berkenaan, malah isteri lain hinggakan mereka putus asa dan membiarkan suami dengan sikap pendiam asalkan rumah tangga bahagia. Namun, ada juga wanita yang mengambil kesempatan daripada sikap suami sedemikian untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain.

Masalah ini harus dilihat daripada pelbagai sudut, mungkin suami bosan dengan kerenah isteri yang asyik membebel dan bercakap tidak berhenti-henti tanpa mengira tempat dan keadaan. Justeru, si lelaki memberontak dengan mengambil sikap mendiamkan diri.

Dalam perbualan di antara lelaki dan wanita, pihak isteri paling banyak mengajukan pertanyaan. Wanita menganggap dengan bertanya ia sebagai suatu cara untuk memelihara jalan penyelesaian.

Sementara itu, si lelaki menganggapnya sebagai tindakan isteri terlalu mengambil tahu secara berlebihan atau kongkongan. Bagi lelaki, mengajukan terlalu banyak soalan dianggap masuk campur urusan orang lain.

Golongan lelaki lebih gemar mengemukakan komentar negatif berbanding wanita. Sikap begitu membuat wanita kesal dan mempengaruhi diri wanita lalu mereka mengeluh, “suamiku tidak pernah mahu mendengar kata-kataku”.

Ramai wanita menganggap komen negatif suami sebagai serangan terhadap diri mereka sedangkan lelaki beranggapan perkara itu perbualan normal dan wajar.

Wanita biasanya meluahkan masalah agar suami memberi bantuan dan semangat baru. Manakala suami cenderung mendengar isterinya meluahkan masalah dan menganggap ia sekadar meminta nasihat penyelesaian dan bukan meminta simpati.

Suami adalah ketua rumah tangga. Namun, kadangkala dia tidak lebih daripada hanya mendengar daripada bercakap. Apabila suami bercakap mengenai sesuatu hal seperti masalah di pejabat, si isteri sepatutnya cuba menyesuaikan topik itu bukannya bercakap hal lain. Ini menyebabkan suami bosan dan lebih suka berdiam diri.

Sebagai wanita, tidak rugi jika sekali-sekala anda mengalah dan mendengar apa yang dicakapkan suami daripada anda bercakap hal lain.

Jika anda tidak berminat dengan apa yang dicakapkan suami, cukup sekadar memberi isyarat dengan reaksi muka atau gerakan apa sahaja bahawa anda masih mendengar perbualan suami anda.

Tahankan keinginan untuk memberi pendapat sehingga suami anda habis bercakap. Ini untuk menunjukkan anda pendengar yang setia dan sanggup berkongsi apa sahaja untuk kebahagiaan keluarga. Isteri yang banyak menyampuk dan berlakon bijak menyebabkan suami bosan.

Sebagai isteri, anda boleh bertanyakan hal atau suasana pekerjaan suami di pejabat. Ada suami yang suka isterinya berbuat demikian daripada isteri lebih banyak bercerita apa yang dilakukan di pejabat bersama rakan-rakan.

Jangan berbual sesuatu topik yang hanya anda tahu sedangkan suami tidak mempunyai maklumat mengenai perkara itu. Ini membuatkan suami cepat bosan dan menganggap anda hanya mahu menunjukkan ego sebagai wanita yang berpelajaran dan berjawatan tinggi.

Jika suami lebih minat berbual mengenai kereta daripada berbual mengenai dunia sains dan teknologi, tidak mengapa anda melayan selera suami anda daripada terus berbual dan berakhir dengan kebosanan di pihak suami.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Perkahwinan Adalah Fitrah

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 0 comments


Jalan Mencapai Perkahwinan yang Diredhai Sebagai seorang insan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah bekalkan pelbagai keinginan di dalam diri manusia. Ia merupakan keinginan semulajadi, yang datang tidak diundang dan keinginannya tiada siapa yang mendorong. Di antara banyak keinginan semulajadi manusia itu ialah ingin berkahwin. Tiada makhluk di muka bumi ini menidakkan kenyataan ini. Haiwan yang membuas di hutan belantara dan yang hidup melata di muka bumi ini pun berkahwin apatah lagi manusia yang dibekalkan oleh Subhanahu wa Ta’ala nafsu dan perasaan, sesungguhnya itu ia amat berkeinginan. Tetapi apabila ada orang yang mengatakan dia lebih seronok membujang atau ‘mendara’, hakikatnya dia telah menentang fitrah hatinya. Orang yang bersifat demikian jiwanya akan tertekan. Kadang-kadang situasi ini akan membuatkan dia mengambil keputusan yang sukar dipertimbang malahan ia mudah sekali melakukan dosa dan kejahatan. Oleh kerana jalan itu adalah bahaya dan kesannya amat dipandang hina maka manusia berusaha untuk mencari pasangan hidupnya untuk dinikahi. Buktinya orang lelaki akan berusaha untuk dapatkan pangkat dan kekayaan dengan tujuan agar mudah dapat calon isteri. Di bangku sekolah lagi keinginan untuk kahwin sudah kelihatan. Iaitu bila yang lelaki sudah pandai berkenalan dengan murid perempuan. Berutu-utus surat, kononnya untuk bertukar fikiran dalam pelajaran. Tetapi niat sebenarnya ialah kerana ada kecenderungan hati pada wanita. Minat pada wanita sudah bangkit dalam jiwanya. Walhal kalau hendak bertukar-tukar fikiran dengan kawan lelaki pun boleh. Tetapi lebih suka cari yang perempuan. ‘Perkenalan Lelaki & Perempuan yang Membelakangkan Syariat’ Begitu juga di pihak perempuan. Masuk belasan tahun mulalah pasang badan. Mula pandai berhias-hias dengan make-up dan baju cantik dan suka diri dipandang cantik. Dengan harapan adalah lelaki yang terpikat. Kerana minat pada kaum yang berlainan jenis telah bercambah. Bermulalah api cinta. Perkenalan lelaki perempuan yang membelakangan syariat akan menuju kepada kehancuran dan dosa. Akan mudahlah berlaku perkara yang menyebabkan maruah ternoda gara-gara cinta nafsu muda. Kerana apabila berdua-duaan antara lelaki dan perempuan maka syaitan akan jadi orang ketiga yang akan mencetuskan api berahi hinggakan berlakulah zina mata, zina tangan, zina badan dan hingga membawa kepada zina sebenarnya. Perkahwinanlah jalan keluar untuk menyelamatkan manusia daripada godaan nafsu syahwat. Imam Al-Ghazali menyatakan tujuan perkahwinan ialah untuk memberitahu manusia akan nikmat di akhirat. Dengan merasakan nikmat yang sedikit manusia sepatutnya lebih berhajat kepada nikmat yang lebih besar di akhirat, yakni syurga dengan melakukan ketaatan kepada Allah sehingga ia layak sampai ke sana. ‘Bila Kahwin Tidak Berkat, Mudahlah Hati Pecah & Retak…’ Janganlah disebabkan tidak cukup belanja maka perkahwinan jadi terhalang. Walhal nafsu syahwat sudah tidak terkendalikan dan bila-bila masa sahaja boleh mendorong tuannya kepada maksiat. Mengenakan hantaran atau belanja beribu-ribu ringgit sehingga membantut atau melambatkan saat perkahwinan adalah hal yang sangat tidak patut. Kerana sikap yang begini boleh menyebabkan ada yang nanti sanggup hidup bersekedudukan lelaki perempuan tanpa nikah. Selalunya ibu bapalah yang sibuk mengenakan hantaran belanja yang tinggi, untuk menunjuk-nunjuk pada orang lain yang bakal menantunya orang kaya, berjawatan tinggi, bolehlah dia berbangga-bangga. Itulah ciri-ciri orang yang sombong akan menjerumuskan tuannya ke neraka. Salah siapa kalau anak kahwin lari? Sudah dipinang tidak dapat, dibawalah lari. Ibu bapa juga yang putih mata. Ramai ibu bapa yang suka pilih menantu yang bergaji besar, pangkat besar tetapi tidak peduli sama ada bakal menantu punya iman besar atau tidak. Kadangkala ibu bapa menolak lamaran lelaki yang bergaji rendah walaupun akhlak yang baik, kerana bimbang masa depan anaknya gelap bersuamikan lelaki miskin. Mereka tidak bergantung kepada rezeki dari Allah. Sikap ibu bapa yang suka mengenakan hantaran tinggi mestilah diubah. Agar perkara itu tidak menjadi penghalang perkahwinan dan punca maksiat. Yang penting dalam perkahwinan adalah akad nikah dan mas kahwin. Mas kahwin yang ditetapkan oleh pihak yang bertanggungjawab insya-Allah mampu dibayar oleh pihak lelaki. Walaupun begitu sekiranya pihak perempuan sanggup menerima mas kahwin dalam bentuk yang lain dari itu pun dibolehkan misalnya, mas kahwin yang berupa sebentuk cincin, ayat Al-Quran dan sebagainya. Oleh sebabnya sulit berkahwin, kini terdapat lelaki yang memuaskan nafsu dengan lelaki, perempuan dengan perempuan. Perbuatan kaum Lut dahulu dipopularkan kembali. Walhal kaum Lut dahulu telah menerima bala’ dari perbuatan mereka. Allah terbalikkan bumi kerana murkanya Allah dengan perbuatan itu. Kita bimbang kalau amalan ini dibiarkan berlaku terus menerus maka Allah akan balakan semua orang yang ada dalam masyarakat itu, kerana membiarkan maksiat didepan mereka sedangkan perbuatan itu termasuk dalam dosa-dosa besar, dan jalan ke arah yang halal disusahkan. Berkahwin boleh mengatasi masalah itu. Sebelum berkahwin pilihlah pasangan yang mempunyai pendidikan agama, yakni bukan setakat memiliki ilmu agama bahkan ilmu itu boleh lahir dalam akhlak dan perbuatannya. Wanita-wanita yang beragama sahaja yang boleh sabar dengan ujian hidup berumah tangga. Mampu hidup susah, sanggup menjaga maruah diri dan suami. Akan meletakkan suami orang yang mulia dalam rumah tangga. Sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu Allaihi wa Sallam: “Perolehilah olehmu wanita yang memiliki agama, nescaya engkau berbahagia.” Ada lelaki yang dirinya tidak baik, kaki zina, kaki arak dan kaki perempuan atau kaki maksiat, tetapi bila hendak berkahwin ia mau cari anak gadis yang baik dan beriman. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang bermaksud: “Lelaki yang berzina tidak mengahwini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik.” [An-Nur:3] Ertinya, lelaki fasik yang padan baginya ialah perempuan fasik. Lelaki alim akan mencari gadis alim. Tidak peliklah kalau gadis alim juga akan menunggu pinangan orang alim. Lantaran itu bila datang pinangan lelaki fasik walau berjawatan tinggi dan berpangkat besar mereka akan menolak walaupun keluarga berkeras mahu menerimanya. Sebaliknya keluarga yang cinta dunia, bila datang lelaki alim dan tidak punya jawatan tinggi meminang, ditolak. Menderitalah si gadis berdepan dengan keluarga yang begitu. Tidak sanggup dipaksa kahwin dengan lelaki fasik yang mana dia tahu kalau berlaku juga perkahwinan itu imannya akan tergadai. Justeru itu ada yang sanggup lari meninggalkan keluarga untuk selamatkan iman. Perkahwinan juga dikira sebagai ibadah dan amal soleh yakni berpahala sekiranya aturan perkahwinan dapat dibuat mengikut syariat islam. Sebaliknya akan mendatangkan dosa sekiranya dibuat mengikut adat dan membelakangkan syariat. Hari ini berapa ramai orang yang berkahwin, yang membuatkan syaitan tergelak besar dengan perkahwinan itu. Sepatutnya syaitan sedih dan menangis tetapi yang berlaku adalah sebaliknya. Syaitan gembira kerana bila buat majlis perkahwinan, bercampur aduk lelaki perempuan. Ada muzik, ada majlis persandingan yang ditonton oleh ribuan mata. Pakaian penganti yan mendedah aurat dan mahal serta membazir. Buat majlis yang besar sehingga ada yang memakan masa berhari-hari untuk meraikan sesuatu majlis perkahwinan sampai tertinggal solat fardhu, lalai dengan Allah. Maka perkahwinan ini bukannya mendapat berkat sebaliknya mendapat lakhnat dari penduduk langit. Janganlah kerana berlebihan duit buat majlis kahwin besar-besaran. Sehingga melalaikan orang. Yang lebih lalai ialah pengantin. Macam mana hendak solat kalau kat tangan sudah penuh inai dan kuitex. Senantiasa bermake-up, bersanggul, pakai baju cantik. Rosaklah make-up, rambut yang sudah diset kalau mengerjakan solat. Begitulah perkahwinan yang melalaikan manusia pada tuhan. Tiada berkat malah tiada pahala disisi Allah. Tidak peliklah kalau usia perkahwinan tidak panjang. Indahnya perkahwinan hanya semasa berbulan madu. Lepas itu mulalah nampak belang pasangan masing-masing. Bila kahwin tidak berkat mudahlah hati pecah dan retak. Perkara kecil boleh dipertengkarkan hingga jadi besar. Bila sudah selalu sangat bergeser, maka suami pun mula luntur kasihnya pada isteri. Mulalah suami nampak perempuan lain lebih cantik dan lebih baik dari isterinya. Apabila bila perut isteri sudah memboyot ada suami yang pikat gadis lain berpinggang ramping. Di pihak isteri pun begitu juga. Mula rasa suami tidak hebat. Lelaki di tempat kerja lebih baik dan bergaya dari suami. Bila masing-masing tidak bersefahaman maka jalan keluar yang paling cepat ialah berpisah. Inilah gara-gara perkahwinan yang tidak berkat. Ada campur tangan syaitan yang menyebabkan rumah tangga sering berada dalam kegoncangan dan kepanasan. Sepatutnya setiap perkahwinan di antara dua insan, syaitan akan menangis, akan kalahlah syaitan, tetapi sebaliknya syaitan yang menang dan gembira akibat kita membelakangkan syariat dan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print

Panorama Sekolah

Posted by Blog Rasmi YM Syed Abi Ghufran Al-Idrus 2 comments


KLIK GAMBAR..KALU TAK LEH BACA




Baca Lagi..dan Jangan Lupa Share Kat Member..
Print
Related Posts with Thumbnails

Sekapur Sirih


Salam...Selamat Datang Ke Blog Sagasama ...Ini Merupakan Sambungan Daripada Blog Yang Lama ( blogsagasama.blogspot.com ) Kerana Blog Yang Lama Sudah Terdelete Secara Tidak Sengaja...Semoga Sahabat Sekelian Mendapat Manfaat Dari Blog Ini...

Email dan YM Admin : sagasue@yahoo.com

ADMIN : TIDAK ON LINE





free counter